KUNINGAN – Ancaman kekeringan yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air lahan pertanian mendorong warga Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, bergerak bersama menjaga aliran Sungai Cisanggarung.

‎Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan gotong royong pembendungan sungai yang dilaksanakan di Dusun Karangsari, RT 12/RW 04, Desa Dukuhpicung, Minggu (13/9/2026). Kegiatan melibatkan Babinsa Dukuhpicung Koramil 1507/Luragung, Kopda Riki Rusyana, bersama jajaran perangkat desa dan sekitar 15 warga setempat.

‎Pembendungan dilakukan sebagai langkah untuk mempertahankan aliran air sungai agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi persawahan warga. Upaya tersebut dinilai penting di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi mengurangi debit air dan mengganggu kebutuhan pengairan lahan pertanian.

‎Di lapangan, Babinsa bersama warga bahu-membahu memperkuat bendungan secara sederhana dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong tanpa mengenal sekat, dengan satu tujuan menjaga sumber air yang menjadi tumpuan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

‎Kopda Riki Rusyana mengatakan, menjaga ketersediaan air di tengah ancaman kekeringan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat.

‎“Ketersediaan air adalah nyawa bagi pertanian kita. Di tengah kondisi yang semakin kering, kita harus bersama-sama menjaga aliran air yang masih ada. Melalui gotong royong ini, kita perkuat bendungan agar air tetap terjaga dan bisa mengaliri sawah dengan baik,” ujarnya.

‎Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu membantu petani mempertahankan kebutuhan air bagi tanaman sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

‎“Semoga ikhtiar ini memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga sumber daya air secara bersama-sama agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tambahnya.

‎Semangat gotong royong terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga dan perangkat desa bekerja bahu-membahu, menunjukkan bahwa menghadapi ancaman kekeringan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kondisi alam, tetapi juga membutuhkan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama.

‎Bagi masyarakat Dukuhpicung, Sungai Cisanggarung bukan hanya aliran air, tetapi menjadi salah satu sumber kehidupan yang harus dijaga. Di tengah ancaman kekeringan, bendungan yang diperkuat melalui gotong royong menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan air tetap mengalir dan harapan petani untuk terus bercocok tanam tetap terjaga.