
KUNINGAN – Kabar mengenai kemungkinan dijualnya Pesik Kuningan sedang menjadi sorotan. Di tengah persiapan menghadapi kompetisi Liga 3 yang dijadwalkan mulai 13 November, muncul isu adanya ketertarikan dari sejumlah daerah untuk mengambil alih klub berjuluk Laskar Kuda Kuningan tersebut.
Koordinator tim Pesik Kuningan, Abdul Majid, membenarkan bahwa situasi internal klub saat ini belum sepenuhnya kondusif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persiapan tim dari sisi teknis tetap berjalan dan tidak terganggu oleh berbagai isu yang berkembang.
Majid mengungkapkan, sejauh ini setidaknya ada dua daerah di Jawa Barat yang disebut-sebut berminat terhadap Persik Kuningan. Bahkan, menurut informasi yang diketahuinya, kedua pihak tersebut dikabarkan memiliki keseriusan untuk melakukan transaksi secara tunai.
“Peminat dari Jawa Barat itu ada dua. Saya tidak bisa menyebutkan daerahnya, tetapi mereka bahkan mau bayar cash,” ungkapnya, Jum’at, (16/10/2026).
Meski demikian, Majid belum bersedia membeberkan lebih jauh mengenai identitas daerah yang dimaksud maupun kepastian proses penjualan klub.
Ia menegaskan, persoalan tersebut masih berkaitan dengan pembahasan di tingkat manajemen dan belum dapat disimpulkan secara terbuka.
Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini lebih berkaitan dengan hubungan antara pemilik klub dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Komunikasi di antara pihak-pihak terkait disebut masih perlu menemukan titik temu mengenai arah dan kelanjutan Pesik Kuningan.
“Kami sekarang ada rekonsiliasi, artinya mereka bisa berekonsiliasi untuk seperti apa mau dibawa ke mana Pesik,” ujarnya.
Majid juga menegaskan bahwa dirinya belum berani memberikan pernyataan definitif mengenai kabar penjualan tersebut. Ia mengaku masih menunggu kejelasan dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan masa depan klub.
Di tengah ketidakpastian itu, manajemen tim tetap menjalankan program persiapan menuju kompetisi. Bahkan, kata dia, pelatih masih memberikan perhatian terhadap evaluasi pemain, penerapan taktik, serta pemantauan sejumlah pemain yang sedang menjalani seleksi.
Majid menjelaskan, hasil uji coba melawan Donggala, yang sempat dimenangi Pesik Kuningan dengan skor 1-0 pada babak pertama, merupakan bagian dari proses evaluasi.
Pada babak-babak berikutnya, tim melakukan rotasi untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang belum banyak mendapat menit bermain, termasuk pemain seleksi.
Ia memastikan, dari sisi kebutuhan teknis, tim masih membutuhkan sejumlah pemain lokal yang sebelumnya dikabarkan telah dipulangkan saat pemusatan latihan atau Training Camp (TC).
Sementara itu, ia menyebut kondisi finansial tim sejauh ini tidak mengalami masalah. Persoalan yang masih menjadi perhatian, menurutnya, lebih berkaitan dengan belum tercapainya kesepahaman di antara para petinggi klub mengenai langkah yang akan diambil ke depan.
Baginya, kompetisi Liga 3 Nusantara menjadi momentum penting untuk menjaga peluang melangkah ke jenjang sepak bola profesional yang lebih tinggi. Hal tersebut turut menjadi salah satu alasan mengapa klub dinilai memiliki daya tarik bagi pihak-pihak yang ingin terlibat dalam pengelolaannya.
Meski kabar mengenai kemungkinan penjualan Pesik Kuningan semakin ramai diperbincangkan, kepastian mengenai masa depan klub masih menunggu hasil komunikasi dan keputusan resmi dari pihak-pihak terkait.
Untuk sementara, Pesik Kuningan tetap menjalankan persiapan menghadapi kompetisi. Ia menegaskan, fokus tim dari sisi teknis tidak berubah, sembari menunggu kejelasan mengenai arah pengelolaan klub di tengah isu yang berkembang.***




