KUNINGAN – Di tengah sejuknya kabut kawasan Puncak, Cigugur, roda ekonomi Kabupaten Kuningan bersiap berputar kencang. Rabu, 4 November 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana mengubah lanskap bisnis daerah lewat ajang Kuningan Investment Summit 2026 yang bakal dihelat di Kopi Botanika.

​Di balik hajatan strategis ini, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, menjadi sosok penting yang menyiapkan panggung pertaruhan tersebut. Forum ini dirancang sebagai jembatan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan jajaran perusahaan nasional, investor, hingga lembaga keuangan.

​Bukan sekadar ajang temu kangen birokrasi dan pengusaha, Deden dan jajarannya menyodorkan portofolio beragam sektor unggulan, mulai dari pariwisata, perdagangan, pertanian, industri, properti, kesehatan, hingga teknologi. Semuanya dibuka lebar di atas meja demi merayu aliran modal swasta agar berputar di tanah Pasundan.

​Langkah ini dibaca sebagai ikhtiar Pemkab Kuningan untuk keluar dari pakem birokrasi konvensional. Deden menekankan pentingnya memperluas jejaring bisnis agar potensi lokal tidak berhenti sebagai brosur pemaparan yang elok dipandang, melainkan berbuah manis menjadi transaksi dan kerja sama yang konkret.

​Bagi calon investor dari luar kota yang tak sempat menjajal jalur darat menembus bukit, BPKAD Kuningan merancang acara secara hybrid. Peluang investasi tetap bisa ditelisik dari jauh melalui pendaftaran di tautan linktr.ee/investsummitbpkad atau menyimak siaran langsungnya di kanal YouTube BPKAD Kuningan mulai pukul 08.00 WIB.

​Lewat tangan Deden Kurniawan Sopandi dan jajarannya, Kuningan kini menaruh taruhan dengan membuktikan bahwa daerah pegunungan ini bukan cuma tempat melepas penat, melainkan lumbung investasi yang menjanjikan. ***