KUNINGAN — Langkah Pesik Kuningan menatap kompetisi Liga 3 dihadapkan pada terjalnya tembok pembiayaan. Format baru kompetisi yang menerapkan sistem kandang dan tandang (home and away) membuat struktur anggaran klub berjuluk Laskar Kuda Kuningan itu bengkak hingga menembus angka Rp3 miliar per musim.

Beban finansial tersebut melonjak lantaran tim harus membiayai mobilitas jarak jauh melintasi pulau, mulai dari laga tandang ke Pekanbaru hingga Palembang. Investor utama Pesik Kuningan, Fery Tan, tak menampik bahwa perubahan regulasi ini mendongkrak biaya operasional secara drastis dibanding musim sebelumnya yang berpusat di satu lokasi.

“Kalau sekarang kan kita mesti per home sini, mesti terbang ke Pekanbaru, mesti terbang ke Palembang. Itu cost-nya langsung bengkak,” ungkap Fery, Rabu (4/11/2026).

Meski dihantam persoalan logistik dan finansial, dapur pacu tim tetap berdenyut. Pemusatan latihan (training camp) digeber di Solo di bawah komposisi skuad yang diracik matang. Demi mendongkrak daya saing, manajemen mendatangkan barisan pemain berbekal pengalaman Liga 1, seraya tetap memberi ruang bagi tiga hingga empat talenta muda lokal Kuningan. Targetnya jelas: merebut tiket promosi ke Liga 2 usai menyegel status runner-up Liga 4.

Jalan Terjal APBD dan Stadion Singgah di Boyolali

Di lini birokrasi, pencarian solusi pendanaan berbentur aturan ketat. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengakui kas daerah tidak leluasa menyokong penuh operasional klub akibat regulasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dari APBD sudah tidak mungkin karena kita punya prioritas lain dan memang ada ketentuannya,” ujar Dian.

Bersama Fery Tan, pihaknya kini memutar otak berburu skema pembiayaan alternatif, termasuk menggalang uluran tangan korporasi, donatur, dan para pengusaha lokal.

Problem Pesik kian berlapis akibat kendala infrastruktur. Stadion Mashud Wisnusaputra di Kuningan masih dalam tahap renovasi, memaksa klub meminjam Boyolali sebagai home base sementara demi menekan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah memproyeksikan skuad Laskar Kuda Kuningan baru bisa pulang kandang pada putaran kedua sekitar November hingga Desember mendatang. ***