
KUNINGAN — Kerusakan parah pada akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Ciniru serta tingginya ketergantungan wilayah terhadap satu lokasi penampungan sampah menjadi sorotan serius dalam Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, S.SE.
Temuan dan rekomendasi strategis tersebut disampaikan legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XIII dalam agenda pengawasan lapangan yang berlangsung di Gedung PMI Kabupaten Kuningan pada Senin (5/10/2026).
Dalam laporan pengawasan menggarisbawahi bahwa lintasan menuju TPS Ciniru mengalami kondisi berlubang, bergelombang, dan licin saat diguyur hujan akibat sering dilalui armada pengangkut sampah berbeban berat. Kondisi infrastruktur yang buruk ini tidak hanya memperlambat ritase pengangkutan sampah hingga memicu penumpukan di permukiman, tetapi juga mengancam keselamatan petugas dan pengguna jalan.
Ika merekomendasikan perbaikan jalan menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) yang dirancang khusus untuk menahan tonase kendaraan operasional.
Pemerataan Zonasi TPS Baru dan Penguatan TPS3R
Selain infrastruktur jalan, Ika menyoroti risiko ketergantungan penuh pada TPS Ciniru di tengah lonjakan volume sampah rumah tangga. Guna mengurai beban TPS Ciniru yang kian berat, Pemkab Kuningan didesak untuk mengkaji pembukaan lokasi TPS baru berdasarkan zonasi wilayah.
Pemerataan ini dinilai krusial dan harus diimbangi dengan penguatan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa maupun kecamatan.
“Perbaikan jalan operasional dan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hilir ke hulu merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pengurangan volume sampah dari sumbernya melalui TPS3R sangat mendesak agar beban TPS penampungan tidak terus menumpuk,” ungkap Ika.
Ika menekankan pentingnya Pemkab Kuningan segera menyusun kajian teknis kelayakan, kepastian lahan, serta skema keterlibatan masyarakat agar pembangunan TPS baru dan TPS3R benar-benar menjadi solusi jangka panjang yang ramah lingkungan. ***




