KUNINGAN – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cigugur menggelar program tahfidz al-Qur’an bertajuk Qur’an Learning Camp. Kegiatan dilaksanakan bersama mahasiswa Unisa Kuningan.

Kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap al-Qur’an sekaligus mengembangkan potensi siswa dalam menghafal dan menjaga ayat-ayat suci al-Qur’an.

Kegiatan yang difokuskan di lingkungan sekolah itu bertepatan dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas XII. Momentum itu dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan positif dan edukatif melalui program tahfidz al-Qur’an bagi peserta didik di bawahnya.

Program tersebut digagas bersama mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan yang sedang melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Mahasiswa berperan sebagai mentor yang mendampingi siswa dalam menghafal al-Qur’an, memperbaiki bacaan, serta memberikan motivasi agar peserta didik semakin bersemangat dalam menjaga hafalannya.

Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Cigugur, Jaja Jamaludin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik yang berpartisipasi dalam program tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa program tahfidz merupakan salah satu program yang telah diharapkan dapat terlaksana sejak masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya, yang kini telah purna bakti.

“Alhamdulillah, program tahfidz yang telah lama diharapkan ini akhirnya terlaksana. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan ini,” ungkap Jaja, Senin (26/10/2026)

Sementara itu, Plt. Kepala SMA Negeri 1 Cigugur, Mohamad Mukhtar, bersyukur atas terealisasinya program hafalan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah positif dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang al-Qur’an.

Pihaknya berharap, Qur’an Learning Champ dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik, terutama dalam meningkatkan kecintaan terhadap al-Qur’an, menjaga hafalan, serta membentuk karakter religius di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, ia juga berharap program tersebut rutin dilaksanakan untuk membina dan mengembangkan kemampuan peserta didik. Menurutnya, potensi yang dimiliki siswa harus terus diasah dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, Mukhtar menegaskan, hafalan al-Qur’an tidak hanya menjadi pencapaian dalam mengingat ayat-ayat suci, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar.

“Semoga tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan,” tuturnya.***