KUNINGAN —DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan kian sibuk, di dalam aula rapat di Hotel Purnama Mulia Cigugur, Selasa (23/12/2025) sore itu, sebuah evaluasi pahit sedang dibedah. Pemicunya jelas yakni anjloknya perolehan suara partai di sejumlah kecamatan pada pemilu terakhir. Tak ingin berlama-lama dalam romantisme sejarah sebagai partai penguasa, sang nakhoda, Nuzul Rachdy, memilih langkah ekstrem dengan membongkar ulang mesin politik di tingkat bawah.
Agenda besar bertajuk Musyawarah Anak Cabang (Muscab), bukan hanya hajatan struktural lima tahunan. Bagi PDIP Kuningan, ini adalah “operasi pembersihan” dan penataan ulang SDM partai yang dianggap mulai kehilangan daya gedor di Tingkat bawah.
Nuzul Rachdy menegaskan bahwa pola lama yang menempatkan figur ketua tingkat kecamatan (PAC) hanya berdasarkan senioritas atau “kedekatan” sudah tamat. Kali ini, PDIP menerapkan mekanisme yang menyerupai seleksi korporasi berupa tes tertulis hingga fit and proper test.
“Ini konsolidasi serius, perintah langsung dari pusat. Kita tidak butuh hanya orang lama yang loyal, tapi kita butuh kader yang punya kapasitas tempur. Semua posisi terbuka untuk dievaluasi, termasuk petahana,” ujar Zul sapaan akrab Nuzul Rachdy dengan nada tegas saat ditemui di sela penjaringan calon pengurus.
Dari lebih dari 100 nama yang terjaring, seleksi berjalan ketat. Nama-nama besar di tingkat lokal tidak lagi mendapat karpet merah. Bahkan, anggota DPRD yang mencalonkan diri sebagai pengurus partai di tingkat kecamatan harus ikut “antre” dan menjalani ujian yang sama dengan kader biasa. Keputusan akhir pun tetap berada di tangan DPD PDIP Jawa Barat yang akan mengunci tiga nama inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara) untuk setiap kecamatan.
Satu hal yang menjadi “hantu” bagi para calon pengurus adalah data statistik perolehan suara. Nuzul mengungkapkan bahwa penurunan suara di sebuah wilayah akan menjadi peluru utama dalam sesi wawancara. Calon ketua dituntut mampu menjelaskan mengapa suara banteng “kempes” di wilayahnya dan strategi apa yang dibawa untuk merebutnya kembali.
