KUNINGAN – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea, menyempatkan diri berziarah ke makam Bupati Kuningan periode 2018-2023, Acep Purnama, di sela kunjungannya ke Kabupaten Kuningan, Selasa (1/9/2026) malam.

Ziarah tersebut sekaligus menjadi momen bagi Andi Gani untuk mengenang persahabatannya dengan Acep Purnama. Ia menegaskan hubungan baik dengan keluarga besar Acep akan tetap dijaga, meski mantan Bupati Kuningan itu telah berpulang.

“Pak Acep tidak akan pernah saya lupakan. Persahabatan kami sampai akhir dan kami selalu berdoa untuk Pak Acep karena sudah banyak berbuat untuk Kuningan,” kata Andi Gani.

Menurut dia, silaturahmi dengan keluarga Acep tidak berhenti setelah kepergian sang sahabat. Ia memastikan hubungan tersebut akan terus terjaga.

“Saya pastikan, walaupun Pak Acep sudah tiada, silaturahmi saya dengan keluarga besar Pak Acep akan tetap terjaga sampai hari ini dan seterusnya,” ujarnya.

Dari persoalan silaturahmi, Andi Gani kemudian menyampaikan pesan mengenai kondisi politik dan masa depan Kuningan. Ia berharap perbedaan kepentingan maupun pilihan politik tidak mengganggu hubungan antarpihak.

“Yang paling penting guyub, yang penting Kuningan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menilai dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan, kata dia, semestinya menjadi bagian dari proses pendewasaan politik, bukan alasan untuk memecah hubungan.

“Dinamika politik wajar, untuk pendewasaan politik,” ujar Andi Gani.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar tetap menempatkan kepentingan Kuningan di atas perbedaan politik. Menurut dia, daerah tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dijaga bersama.

“Tidak boleh ada keretakan,” katanya.

Dalam ziarah tersebut, Andi Gani didampingi Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama dan Kapolres Brebes AKBP M. Ali Akbar. Hadir pula Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, yang merupakan adik kandung Acep Purnama.

Tuti datang bersama istri almarhum Acep Purnama, Hj. Ika Siti Rahmatika, serta Trias Andriana, kakak Tuti Andriani.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain mengenang Acep, ziarah tersebut menjadi penegasan pesan Andi Gani agar perbedaan politik tidak berubah menjadi keretakan yang dapat mengganggu perjalanan Kuningan. ***