KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (18/5/2026), malam menyebabkan terjadinya tanah longsor di kawasan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan, tepatnya di area Kompleks Kuningan Islamic Center, Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur.

‎Longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) di area parkir Setda ambruk sepanjang sekitar 20 meter. Material longsoran turut menyeret satu tiang listrik milik PLN hingga roboh dan menyebabkan jaringan internet di sekitar lokasi sempat terputus.

‎Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerusakan infrastruktur dinilai cukup signifikan dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah dampak lanjutan.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim assessment begitu menerima laporan kejadian di sekitar wilayah yang diaebut-sebut IKN Kabupaten Kuningan tersebut.

‎“Begitu menerima informasi, kami langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment dan koordinasi bersama unsur terkait. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun longsor menyebabkan kerusakan pada TPT, tiang listrik, dan jaringan internet,” ujarnya.

‎Menurut Indra, longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Kondisi tanah yang labil membuat TPT tidak mampu menahan tekanan air dan tanah.

‎“Kondisi cuaca beberapa hari terakhir memang perlu diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah,” tambahnya.

‎Pasca kejadian, BPBD bersama aparat kelurahan, kecamatan, TNI, Polri, PLN, dan Telkom langsung melakukan penanganan darurat di lokasi. Petugas PLN saat ini tengah memperbaiki tiang listrik yang roboh, sementara jaringan internet juga sedang dipulihkan oleh pihak Telkom.

‎Ia memastikan situasi terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, terlebih jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi terkait langkah penanganan permanen dan kebutuhan material bangunan untuk perbaikan area terdampak.