Sementara itu, Dheva Anrimusthi kembali menegaskan reputasinya sebagai atlet para-bulutangkis andalan Indonesia. Ia meraih dua medali emas dari nomor tunggal dan ganda klasifikasi SU5. Pengalaman panjang Dheva di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal penting dalam mempertahankan prestasi.
Bupati Dian menegaskan bahwa keberhasilan para atlet tidak berdiri sendiri. Menurutnya, ada peran besar pelatih, keluarga, NPCI, serta dukungan pemerintah daerah yang harus terus diperkuat. Ia mendorong pembinaan olahraga disabilitas dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.
“Prestasi ini bukan hanya milik pribadi atlet, tetapi milik seluruh masyarakat Kuningan. Ini pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah kekurangan,” kata Dian.
Ketua NPCI Kabupaten Kuningan Wibawa Gumbira menyampaikan rasa bangga atas pencapaian atlet-atletnya. Ia menyebut raihan empat medali emas sebagai hasil kerja keras bersama.
Ke depan, kata Wibawa, NPCI Kuningan akan menghadapi agenda besar, mulai dari Pekan Paralimpik Daerah di Bandung pada Agustus 2026 hingga Asian Para Games di Nagoya, Jepang, pada November 2026. “Ini menjadi pekerjaan rumah karena level kompetisi akan semakin tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmen untuk terus memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, baik melalui pembinaan, fasilitas, maupun penghargaan. Dengan torehan emas di Thailand, Kuningan kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di panggung internasional. (ali)
