KUNINGAN – Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kuningan membangun Saung Cibeureum di kawasan objek daya wisata alam Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus. Saung tersebut merupakan pengembangan fasilitas wisata baru dalam bentuk Kedai Kopi dan Warung Souvenir.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari langkah PDAU Kabupaten Kuningan dalam merealisasikan perizinan berusaha yang telah diperoleh sekaligus mulai mengembangkan sarana wisata di kawasan pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan, Adang Kurniawan, mengatakan pembangunan Saung Cibeureum merupakan langkah awal untuk menghadirkan fasilitas wisata yang tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang bagi potensi ekonomi masyarakat sekitar.

“Kedai kopi dan warung souvenir ini diberi nama Saung Cibeureum. Ini merupakan bagian dari upaya Perumda Aneka Usaha Kuningan untuk merealisasikan perizinan berusaha yang telah diperoleh, sekaligus mulai mewujudkan pengembangan sarana wisata di kawasan tersebut,” ujar Adang, Jumat (18/9/2026)

Menurutnya, Saung Cibeureum tidak dirancang menjadi tempat singgah untuk menikmati kopi. Lebih dari itu, kata dia, fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan Cibeureum, sekaligus menjadi etalase bagi produk lokal.

Salah satu potensi yang akan diangkat melalui Saung Cibeureum adalah kopi lokal. Dalam pengembangannya, PDAU menggandeng Kelompok Tani Kopi Sekarwangi sebagai salah satu mitra.

Kolaborasi tersebut membuka peluang agar komoditas kopi yang dihasilkan masyarakat tidak hanya berhenti sebagai produk pertanian, tetapi dapat memiliki nilai tambah ketika masuk ke dalam ekosistem pariwisata.

Wisatawan nantinya dapat menikmati suasana alam Ciremai sekaligus mengenal cita rasa kopi lokal dan berbagai produk masyarakat.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya tempat untuk minum kopi. Kami ingin ada keterhubungan antara kawasan wisata, produk masyarakat, kopi lokal, UMKM, dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan,” katanya.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong agar manfaat ekonomi dari aktivitas wisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Peletakan batu pertama Saung Cibeureum turut dihadiri Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional I Kuningan, Eko Kosasih, Kepala Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus, Kelompok Tani Kopi Sekarwangi, serta jajaran mitra strategis Perumda Aneka Usaha Kuningan, termasuk Direksi dan jajaran PMP Land Group.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Saung Cibeureum. Adang menilai pengembangan wisata tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pengelola kawasan, pemerintah, masyarakat, kelompok tani dan mitra usaha.

Baginya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting agar pengembangan Saung Cibeureum dapat tumbuh secara bertahap dan tetap memperhatikan karakter kawasan.

“Pengembangan ini tentu harus berjalan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Kita ingin wisata berkembang, tetapi alam tetap terjaga. Karena justru kekuatan utama Cibeureum adalah alamnya,” ujarnya.

Saung Cibeureum diharapkan menjadi salah satu titik temu antara wisata alam dan potensi ekonomi lokal.

Selain kopi, keberadaan warung souvenir membuka ruang untuk memperkenalkan produk UMKM dan berbagai hasil masyarakat. Dari kuliner, produk olahan, cinderamata hingga jasa pendukung pariwisata, pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan.

Pembangunan Saung Cibeureum, lanjut Adang, menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi usaha daerah sekaligus mengambil peran dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Ini memang baru langkah awal. Tetapi kami berharap dari langkah awal ini nantinya tumbuh ekosistem wisata yang melibatkan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” tuturnya.