Cikalpedia
”site’s ”site’s
Cirebon

Banjir Kian Meluas, 28 Kereta Api di Daop 3 Cirebon Gagal Berangkat

Foto: Istimewa

CIREBON – Banjir yang merendam jalur Pantai Utara Jawa kembali mengacaukan perjalanan kereta api. Hingga Minggu (18/1/2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sedikitnya 28 perjalanan kereta api yang melintas wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon dibatalkan. Genangan air yang tak kunjung surut membuat sebagian lintasan dinilai belum aman dilalui, memaksa operator kereta melakukan pembatalan dan pengalihan rute secara besar-besaran.

Kondisi terparah masih terjadi di jalur Pekalongan–Sragi, wilayah Daop 4 Semarang, yang sejak beberapa hari terakhir menjadi titik rawan banjir. Hujan yang kembali mengguyur kawasan tersebut pada Minggu dini hari membuat genangan air justru meningkat. Air meluap ke badan jalan rel, mengganggu stabilitas prasarana dan meningkatkan risiko keselamatan perjalanan.

Tak hanya itu, banjir juga meluas ke wilayah Daop 1 Jakarta. Genangan air dilaporkan muncul di sejumlah titik vital, mulai dari Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, hingga petak jalan Jakarta Kota–Tanjung Priok. Kondisi ini mempersempit pilihan lintasan alternatif dan menambah kompleksitas pengaturan perjalanan kereta api lintas Jawa.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan curah hujan tinggi menjadi faktor utama terganggunya operasional. Menurut dia, KAI tidak ingin mengambil risiko dengan tetap mengoperasikan kereta di lintasan yang belum sepenuhnya aman.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan adalah prioritas utama. Dengan kondisi genangan air yang masih terjadi di sejumlah titik, KAI melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh,” kata Muhibbuddin, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, seiring bertambahnya titik banjir dan meningkatnya potensi keterlambatan, perusahaan melakukan rekayasa pola operasi. Langkah tersebut mencakup pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api.

Pembatalan tidak hanya menyasar satu atau dua perjalanan, tetapi melibatkan kereta-kereta utama yang menjadi tulang punggung mobilitas penumpang di Pulau Jawa. Di antaranya KA Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Anjasmoro, Blambangan Ekspres, Brantas, Menoreh, Tawang Jaya Premium, Kaligung, Matarmaja, Tegal Bahari, Taksaka, Purwojaya, Ciremai, hingga KA Sembrani Tambahan.

Baca Juga :  Sebelas Mahasiswa UM Kuningan KKN di Malaysia

Sebagian besar kereta tersebut melayani rute strategis Jakarta–Semarang–Surabaya dan lintas selatan Jawa. Pembatalan ini berdampak langsung pada ribuan penumpang yang telah merencanakan perjalanan jauh hari sebelumnya, termasuk pekerja, pelajar, dan pelaku usaha.

Related posts

Diberikan Langsung Bupati, Siswa SDN Garawangi Antusias Terima MBG

Cikal

Bongkar Stigma, Pertuni Komitmen Kawal Prestasi Disabilitas Netra

Ceng Pandi

Jatam Perkuat Pertanian Kuningan, Pengukuhan Ditandai Panen Ubi dan Bantuan Pompa

Ceng Pandi