Tak hanya pengalihan, KAI juga terpaksa membatalkan beberapa perjalanan kereta, khususnya kereta-kereta yang melayani rute menengah dan regional di wilayah pantura. Kereta yang dibatalkan meliputi KA Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol dan sebaliknya, serta KA Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir pulang pergi. Pembatalan ini berdampak langsung pada mobilitas penumpang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian timur.
Muhibbuddin menegaskan, pembatalan dan pengalihan perjalanan dilakukan semata-mata demi keselamatan penumpang dan operasional. “Seluruh jajaran KAI bekerja maksimal agar perjalanan kereta api segera kembali normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAI terus memantau kondisi lintasan yang terdampak banjir dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan penanganan. Pelanggan yang terdampak diimbau untuk aktif mencari informasi terkini melalui Contact Center KAI 121, layanan WhatsApp, email resmi, maupun media sosial @KAI121.
Gangguan perjalanan akibat banjir ini kembali menunjukkan kerentanan jalur pantura terhadap cuaca ekstrem. Di tengah meningkatnya intensitas hujan, KAI dituntut tidak hanya sigap dalam penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan transportasi rel di jalur vital tersebut. (Frans)
