KUNINGAN – Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda. Melalui program pencalegan dini, PAN menargetkan setiap daerah pemilihan (Dapil) memiliki sedikitnya dua hingga tiga bakal calon legislatif (Bacaleg) dari kalangan Gen Z.

‎Hal itu disampaikan oleh Dani Mardani, selaku Sekretaris Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (BPOK) DPW PAN Jawa Barat saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pengukuhan DPC, dan relawan PAN se Kabupaten Kuningan, Sabtu, (1/8/2026).

‎Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi partai untuk mendekatkan politik kepada generasi muda sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2029.

‎”Minimal dari kuota 100 persen calon anggota DPRD di setiap Dapil, ada dua sampai tiga orang dari kalangan Gen Z. Tujuannya agar semangat politik anak muda tumbuh dan mereka terdorong menjadi masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pemilu,” ujarnya.

‎Ia menilai pemilih muda cenderung memiliki kedekatan emosional dengan kandidat yang berasal dari generasi yang sama. Oleh karena itu, kata dia, PAN tidak hanya membuka peluang bagi politisi dan pengusaha, tetapi juga aktivis sosial serta anak-anak muda untuk maju sebagai calon legislatif.

‎Menurutnya, strategi tersebut bukan sekedar wacana. Ia mengaku telah memiliki pengalaman menghadirkan wakil rakyat dari kalangan Gen Z di Kota Cirebon.

‎”Di Kota Cirebon, anggota DPRD dari PAN ada yang terpilih saat usianya masih 23 tahun. Itu menunjukkan anak muda memiliki peluang besar ketika diberikan ruang,” katanya.

‎Selain membuka peluang bagi Gen Z, pihaknya juga mulai mempersiapkan proses pencalegan lebih awal meskipun Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Langkah itu dilakukan setelah partai menyelesaikan penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan PAN sedang menargetkan pembentukan struktur kepengurusan hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di seluruh desa. Bahkan, menurutnya, partai juga menyiapkan relawan dengan target satu relawan untuk setiap tempat pemungutan suara (TPS).

‎”Kerja politik tidak bisa dilakukan menjelang pemilu saja. Setelah struktur dan relawan terbentuk, kami akan menyegerakan pencalegan dini agar para calon memiliki waktu lebih panjang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat,” jelasnya.

‎Tak hanya itu, ia juga memasang target peningkatan perolehan kursi DPRD Jawa Barat pada Pemilu 2029. Dari delapan kursi yang dimiliki saat ini, partai berlambang matahari itu menargetkan mampu meraih 15 kursi atau meningkat hampir dua kali lipat.

‎Adapun di tingkat Jawa Barat, pelaksanaan Rakerda disebut telah berlangsung di 22 dari 27 kabupaten/kota. Sementara, lima daerah lainnyaasih dalam proses penyelenggaraan.