“Setelah lebaran insyaallah kami mulai gelar Porsadin tingkat kecamatan, kemudian kabupaten, provinsi dan nasional. Kami targetkan Kuningan bisa juara nasional,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kuningan, Hj. Lusi Apriani, berharap dukungan pelaksanaan pendidikan diniyah bisa dimaksimalkan dari berbagai pihak termasuk Pemda Kuningan. Menurutnya, kerjasama dan dukungan seluruh pihak menjadi komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia sejak dini.
“Termasuk BOP dari Pemda semoga bisa kembali diberikan. Kami paham ada aturan dan kententuan yang harus ditaati, atau mungkin juga ada efisiensi, tapi dukungan harus dimaksimalkan,” tuturnya.
Sementara itu, Pemkab Kuningan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Toni Kusumanto menerangkan bahwa BOP yang tidak diberikan di tahun 2025 berdasar pada ketentuan hibah yang diperuntukan bagi organisasi. Menurutnya, hibah tidak bisa diberikan setiap tahun kepada organisasi yang sama.
“Untuk tahun ini insyaallah ada. Kemarin ada evaluasi dan penyesuaian,” tuturnya. (Ceng)
