
KUNINGAN – Di tengah upaya mendorong Kuningan semakin maju, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar mengingatkan satu hal yang tidak boleh tertinggal, yaitu akhlak.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dirangkaikan dengan haul Syekh Maulana Akbar, istighosah dan Tabligh Akbar di Kompleks Makam Astana Gede, Rabu, (26/8/2026).
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau sekedar mengenang kelahiran Rasulullah. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk kembali meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.
Terlebih, kata dia, pembangunan daerah yang saat ini terus diupayakan tidak cukup hanya diukur dari keberadaan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Kemajuan, menurutnya, harus dibarengi dengan kualitas manusia yang memiliki karakter, moral dan kepedulian terhadap sesama.
“Jalan, gedung dan jembatan memang penting. Namun, pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kekuatan moral, kehidupan keagamaan dan empati sosial,” ujar Dian.
Ia menegaskan, kemajuan tanpa akhlak justru dapat kehilangan makna. “Kemajuan sebuah bangsa tidak akan memiliki makna apabila tidak dibarengi dengan akhlak atau karakter yang mulia,” katanya.
Baginya, sosok Nabi Muhammad memberikan teladan yang relevan untuk kehidupan masyarakat setiap masa. Keteladanan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kehidupan ibadah, tetapi juga bagaimana membangun hubungan sosial, menjaga persaudaraan, menghadapi perbedaan dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan itu menjadi penting di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Menurutnya, masyarakat Kuningan harus mampu menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun informasi yang dapat menyesatkan.
“Perbedaan harus ditempatkan sebagai kekuatan sekaligus kekayaan dalam persaudaraan,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menilai, pemerintah juga tidak dapat membangun Kuningan sendirian. Diperlukan kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pesantren dan seluruh lapisan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”. Menurutnya, Kuningan yang ingin bergerak maju harus memiliki masyarakat yang tidak hanya cerdas dan produktif, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga mengapresiasi kehadiran Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustaz Solmed yang memberikan tausiah dalam Tabligh Akbar. Ia berharap tausiah dan peringatan Maulid Nabi dapat membuka hati serta pikiran masyarakat untuk terus memperbaiki diri.
“Semoga tausiah ini dapat membuka mata hati dan pikiran kita semua serta menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas kehidupan,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi di Astana Gede tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa cita-cita membangun Kuningan harus dimulai dari manusia yang berakhlak, menjaga persaudaraan dan mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungannya.





