“Saya yakin tahun ini kita bisa mencapai titik nol. Dan pada 2027, APBD Kuningan sudah mulai bergerak dari kondisi nol, bebas dari beban utang,” ujarnya.
Meski demikian, Dian tidak menutup mata terhadap banyaknya pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Ia menyebut, penataan keuangan daerah hanyalah satu dari sekian tantangan yang dihadapi pemerintahannya.
“Pekerjaan rumah memang masih banyak. Tapi kami merasa yakin, karena banyak hal strategis yang sudah mulai kita lakukan,” katanya.
Dian menjelaskan, dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah daerah mencoba menerapkan pola baru dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Fokus diarahkan pada program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus meminimalisir kegiatan yang bersifat seremonial.
“Kami mencoba pola baru dengan program-program yang berdampak. Program seremonial kita minimalkan,” kata Dian.
Ia berharap, langkah-langkah strategis tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi pemulihan dan penguatan fiskal daerah, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. (ali)
