
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan datang ke momentum Hari Jadi ke-528 dengan daftar capaian yang panjang. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, jalan, pendidikan, perumahan, UMKM hingga tata kelola pemerintahan.
Namun Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar tidak ingin deretan angka dan penghargaan tersebut menjadi alasan untuk berpuas diri.
Di bidang tata kelola, Kuningan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Indeks Reformasi Hukum mencapai 88,4 atau kategori A, naik 7,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Ombudsman RI juga memberikan predikat “Kualitas Tinggi” dengan nilai 78,38.
Pemerintah Kabupaten Kuningan juga meraih predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.

Di bidang ekonomi, pertumbuhan 2025 mencapai 6,98 persen. Angka tersebut kembali mencapai 7,01 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan Triwulan IV 2025.
Sementara di bidang sosial dan pembangunan fisik, pemerintah mencatat berbagai program, termasuk rehabilitasi 1.388 rumah tidak layak huni, pemberdayaan 42.937 UMKM dan pembangunan serta rehabilitasi ratusan ruang kelas.

Tetapi pemerintah masih melihat sejumlah celah.
Pengangguran masih menjadi persoalan dengan TPT 7,59 persen pada 2025. Di sisi lain, masih ada wilayah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dan generasi muda yang memerlukan ruang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas.
Karena itu, Dian menempatkan Hari Jadi sebagai momentum evaluasi, bukan sekadar pesta tahunan.
Ia meminta pembangunan melibatkan lebih banyak pihak: pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, ulama, akademisi, dunia usaha dan masyarakat.
“Kuningan merupakan rumah besar bersama,” ujar Dian.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak dapat dilepaskan dari kerja masyarakat. Petani, guru, pedagang, buruh, pelaku UMKM, desa-desa berprestasi dan putra-putri Kuningan yang berprestasi ikut menjadi bagian dari capaian daerah.
Dalam konteks itu, tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi semacam garis besar arah pemerintahan.
Kuningan ingin bergerak cepat, tetapi tidak kehilangan pijakan.
Sebab pembangunan daerah bukan daftar penghargaan yang selesai setelah diterima. Ia harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari warga.
Itulah pekerjaan yang masih tersisa setelah berbagai capaian dicatat dalam perjalanan menuju usia 528 tahun Kuningan. ***





