Dian menyayangkan jika terminal tersebut dibiarkan terbengkalai. Lebih lagi, menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut bersumber dari anggaran pemerintah provinsi.
“Kalau tidak salah ini terminal anggaran dari provinsi yang dikeluarkan miliyaran, bahkan sampai saat ini belum digunakan. Insyaallah ini menjadi tugas berat bagi Kadis dan Kabid-kabid yang baru,” pungkasnya.
Dian berharap ada langkah cepat dan konkret dari Dinas Perhubungan untuk menghidupkan kembali fungsi terminal wisata tersebut, baik melalui koordinasi lintas OPD maupun kerja sama dengan pihak ketiga.
Menurutnya, terminal wisata seharusnya menjadi pintu masuk yang mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar Desa Paniis.
Sebagai penutup, ia tidak ingin aset yang telah dibangun dengan anggaran yang begitu fantastis, namun tidak mempunyai daya guna untuk dimanfaatkan bagi masyarakat, khususnya untuk optimalisasi penghubung ke sektor wisata. (Icu)
