Salah seorang peserta mengaku Diklatsar menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap alam dan diri sendiri. “Kami belajar disiplin, saling percaya, dan memahami bahwa kesalahan kecil di alam bisa berakibat besar,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan alumni Candradimuka yang hadir sebagai pendamping. Para alumni tidak hanya memastikan aspek keselamatan, tetapi juga berbagi pengalaman tentang dinamika kegiatan alam bebas, termasuk pentingnya kepatuhan pada prosedur dan etika konservasi.
Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, peserta Diklatsar juga melakukan aksi bersih sampah dan penanaman pohon di sekitar kawasan TNGC. Langkah ini dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran bahwa kegiatan pecinta alam tidak boleh berhenti pada petualangan semata, tetapi harus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Dengan berakhirnya Diklatsar angkatan ke-31, Candradimuka SMAN 3 Kuningan berharap para peserta mampu membawa nilai disiplin, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial ke ruang yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Di kaki Gunung Ciremai, proses itu dimulai dari belajar membaca peta, hingga memahami posisi manusia di hadapan alam. (Ali)
