Untuk memastikan tata kelola yang baik, menurutnya, pihaknya rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi serta pembinaan teknis tentang kepariwisataan. Bahkan, sebagai lembaga yang tidak bisa dipisahkan dari kelembagaan lain di lingkup Pemkab Kuningan, pihaknya juga memastikan setiap objek wisata memenuhi administrasi perizinan dan ruang lingkup lain yang sejalan dengan ketentuan pemerintah.
“Selain optimalisasi layanan, monev yang kami lakukan juga mengecek kesesuaian ruang, lingkungan, persetujuan bangunan gedung, hingga sertifikat laik fungsi yang harus terpenuhi,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong supaya masyarakat mendukung ekosistem pariwisata Kuningan supaya lebih berkesan dan berciri khas Kuningan. Selain ketersediaan beragam objek wisata berbasis alam dan lingkungan, pertumbuhan usaha kuliner dan sarana akomodasi menjadi hal penting yang dikembangkan supaya selaras dengan cita-cita Kuningan sebagai daerah tujuan wisata.
“Dengan BTNGC juga kami terus berkoordinasi supaya sama-sama mengawal pertumbuhan pariwisata ini bisa memberikan manfaat yang besar, baik tentang pendapatan negara bukan pajak sesuai kewenangan BTNGC maupun Pemkab Kuningan sebagai daerah yang secara administratif menjadi lokasi objek wisata,” pungkasnya. (Icu)
