
KUNINGAN – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, belum membuka secara gamblang arah politiknya menghadapi kontestasi Pilkada mendatang. Hal yang sama ketika ditanya kembali tentang bursa Ketua DPC Gerindra Kuningan.
Di tengah namanya yang sering muncul dalam bursa Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Tuti justru memilih menahan diri dan menegaskan bahwa saat ini dirinya masih fokus menjalankan tugas pemerintahan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kembali maju dalam kontestasi politik pada Pilkada mendatang, Tuti meminta agar pembahasan tersebut tidak terlalu jauh. Menurutnya, masih banyak waktu dan pekerjaan yang harus diselesaikan untuk masyarakat Kuningan.
“Waduh, masih panjang. Kita saat ini hanya bekerja untuk rakyat. Itu aja, jangan terlalu jauh,” ujar Tuti saat ditemui usai upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin, (17/8/2026).
Pernyataan tersebut menjadi jawaban tentang spekulasi mengenai langkah politik, Tuti, ke depan yang rutin jadi berbincangan. Selain dikaitkan dengan bursa Ketua DPC Gerindra Kuningan, posisi Tuti sebagai Wakil Bupati juga membuat namanya turut diperbincangkan dalam peta politik menuju kontestasi mendatang.
Namun, orang nomor dua di Kuningan itu belum memberikan sinyal apakah dirinya akan kembali maju dalam Pilkada ataupun mengambil peran lebih jauh dalam dinamika politik Partai Gerindra Kuningan.
“Jangan terlalu jauh. Kita saat ini hanya bekerja untuk rakyat,” katanya.
Tuti menegaskan, bahwa untuk sementara dirinya lebih memilih berkonsentrasi pada tanggung jawab sebagai Wakil Bupati Kuningan. Baginya, persoalan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat masih menjadi prioritas dibandingkan membicarakan agenda politik yang waktunya dinilai masih panjang.
Meski terkesan menghindar dan menyebut masih jauh ke arah Pilkada, Tuti tetap menyerahkan dinamika politik tersebut pada proses dan keputusan partai. “Kita kan bagaimana perintah,” ucapnya.
Untuk saat ini, pihaknya kembali menegaskan bahwa dirinya memilih fokus bekerja dan menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Kuningan. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana.
Tuti juga memberikan apresiasi kepada para petugas gabungan yang tetap menjalankan tugas penanganan kebakaran sekaligus melaksanakan upacara pengibaran bendera HUT ke-81 RI di tengah kondisi darurat.
“Dalam keterbatasan dan ada permasalahan yang memang force majeure, kita tidak ada yang tahu. Tetapi mereka dengan semangat kemerdekaan, alhamdulillah kami dari pemerintah sangat mengapresiasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menyebut pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan logistik bagi petugas yang berada di lokasi penanganan kebakaran. Bahkan, dapur umum darurat disiapkan untuk memenuhi kebutuhan personel selama proses penanganan berlangsung.
Sementara terkait masa depan TPSA Ciniru, Tuti menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah jangka panjang, mulai dari kebutuhan lahan hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah dan limbah.
“Ke depannya harus dipikirkan. Kita masih memerlukan lahan. Saluran pembuangan juga harus ada, termasuk zat amonia,” ujarnya.





