Menurutnya melalui Jota Joti itu, pihaknya membekali generasi muda Kuningan dengan keterampilan komunikasi, teknologi, dan semangat kebersamaan lintas daerah bahkan lintas negara. Rana menyebut 2000 peserta merupakan kader penerus, yang akan melahirkan kader-kader hebat di masa yang akan datang.
Pada kesempatan yang sama, Tuti Andriyani, mengapresiasi atas digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Pramuka menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter, khususnya penting dalam mempelajari teknologi di tengah perkambangan yang serba digital.
“Saya sangat berbangga dan mengucapkan apresiasi yang tinggi terhadap Pramuka Kabupaten Kuningan, khususnya dalam hal ini Dewan Kerja Cabang dan Kwartir Cabang Kabupaten Kuningan yang turut andil langsung dalam pemeliharaan karakter generasi penerus kabupaten Kuningan,” tuturnya.
Tuti mengakui, Pramuka merupakan ujung tombak pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan JOTA dan JOTI, menuutnya, bisa menanamkan nilai-nilai positif, kolaborasi, serta kecakapan digital yang sangat dibutuhkan di masa kini.
Selain kegiatan komunikasi radio amatir dan interaksi dengan Pramuka di seluruh dunia, peserta juga mengikuti berbagai pelatihan literasi digital, ajang kompetisi edukatif, serta kegiatan kepramukaan berbasis teknologi informasi.
Pada kesempatan yang sama, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan juga melaksanakan Launching Logo Perkemahan Wirakarya Cabang (PWC) Kabupaten Kuningan Tahun 2025, yang akan diselenggarakan pada bulan Desember di Kecamatan Subang.
Peluncuran logo itu menjadi simbol semangat baru dalam menyongsong kegiatan besar kepramukaan yang menekankan pada kerja nyata, kepedulian sosial, dan pembangunan masyarakat.
Kegiatan JOTA dan JOTI Kwartir Cabang Kabupaten Kuningan tahun 2025 diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda pramuka untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui teknologi dan semangat kebersamaan. (Icu)
