
KUNINGAN – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan bergerak mendekati angka 7 persen. Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,98 persen. Angka itu kembali naik menjadi 7,01 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan Triwulan IV 2025.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu catatan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam momentum Hari Jadi ke-528.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar mengatakan capaian ekonomi tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing daerah, bukan alasan untuk berhenti bekerja.
Pertumbuhan ekonomi Kuningan pada 2025 meningkat cukup tajam dibandingkan 2021 yang berada di angka 3,56 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,61 persen.
Sejalan dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kuningan naik menjadi Rp33,94 juta pada 2025.
Pemerintah juga mencatat sejumlah indikator yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sebanyak 42.937 UMKM mendapatkan dukungan pemberdayaan. Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 menembus lebih dari tiga juta orang.
Namun pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 masih berada di angka 7,59 persen. Melalui program Gema Sadulur, pemerintah memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan 13.358 lowongan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.280 tenaga kerja tercatat berhasil ditempatkan.
Angka itulah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah ketika pertumbuhan ekonomi mulai mendekati tujuh persen.
Dian mengatakan pembangunan tidak boleh hanya dibaca dari statistik pertumbuhan. Pemerintah harus memastikan dampaknya terasa sampai ke rumah-rumah warga.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita,” kata Dian.
Menurut dia, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas manfaat ekonomi. UMKM, pariwisata, pertanian dan penciptaan lapangan kerja harus berjalan beriringan.
Tema Hari Jadi ke-528, “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, menurut Dian menggambarkan arah tersebut. Kuningan dituntut bergerak mengikuti perubahan zaman, tetapi tetap bertumpu pada karakter dan potensi lokal.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang telah mendekati tujuh persen, tantangan Kuningan bukan lagi semata-mata bagaimana mengejar angka. Persoalannya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut diterjemahkan menjadi kesempatan kerja, pendapatan dan kesejahteraan yang lebih merata. ***





