“Kami tidak memaksakan, melainkan hanya menyarankan. Sayang juga, jika SD tidak ikut TKA, berarti tidak dapat raport. Insyaallah 658 kepala sekolah SD siap menghadapi TKA,” tuturnya.
Pihaknya juga menekankan kepada seluruh sekolah dasar, agar segera berkoordinasi dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas untuk penunjang TKA. Menurutnya, sarana TKA tidak mesti di laboratorium komputer, tetapi cukup dengan laptop atau sejenisnya, bahkan satu perangkat bisa digunakan oleh enam siswa.
Surya menjelaskan, implementasi TKA diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN). Menurutnya meskipun keduanya memiliki fungsi yang berbeda, pemerintah mempertimbangkan aspek efisiensi sehingga pelaksanaannya diintegrasikan.
Surya juga menerangkan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan wilayah kecamatan yang dinilai sulit mendapatkan jaringan. Ia berharap dengan koordinasi yang akan dilakukan dapat menghasilkan solusi untuk menyukseskan program baru tersebut. (Icu)
