
KUNINGAN — Sebanyak 63 mahasiswa baru Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan mengikuti Leadership Development Program (LDP) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pelangi, Kabupaten Kuningan, pada Jumat-Minggu (16–18/10/2026).
Kegiatan tiga hari yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) tersebut mengusung tema “Shape Yourself, Lead Others, Impact the Future”. Dari total 68 mahasiswa baru di prodi tersebut, sebanyak 63 orang ambil bagian dalam pembinaan karakter dan kepemimpinan ini.
Ketua Umum HIMA Manajemen UM Kuningan, Agung Agus Sulton, menyatakan LDP dirancang sebagai kawah candradimuka untuk mencetak kader organisasi yang tak cuma andal dalam urusan manajerial, tetapi juga memiliki ketajaman analisis dan kepekaan sosial.
“LDP adalah langkah penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin yang tidak hanya mahir secara manajerial, tetapi juga peka dan punya analisis yang tajam,” ujar Agung.
Selama kegiatan outdoor tersebut, para peserta dibekali empat materi substansial, diantaranya Dasar Kepemimpinan & Integritas dengan menanamkan visi organisasi dan tanggung jawab etik seorang pemimpin.
Lalu, Nalar Kritis (Beyond the Surface) yaitu untuk mengasah pemikiran analitis agar mahasiswa tak menelan informasi mentah-mentah serta berani mempertanyakan realitas. Kemudian Kecerdasan Kolektif (Collective Intelligence) untuk Mengelola perbedaan pendapat menjadi energi kolaborasi tim.
Terkahir Kepekaan Sosial (Awareness to Action) dengan mendorong mahasiswa mentransformasikan kepedulian sosial menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Ketua Program Studi Manajemen UM Kuningan, Anton Budiyono, yang hadir membawakan materi, mengapresiasi konsistensi pembinaan organisasi ini. Menurut dia, penguatan nalar kritis dan integritas moral amat krusial dalam membentuk karakter mahasiswa yang dewasa, cerdas, dan santun.
Sementara itu, Ketua Pelaksana LDP, Haifa Syahida, menekankan bahwa posisi di dalam organisasi merupakan amanah yang menuntut integritas. “Jabatan bukanlah sekadar gelar, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk mewujudkan organisasi yang adaptif dan profesional,” tuturnya.
Usai digembleng selama tiga hari di alam terbuka, para mahasiswa baru ini diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip kolaborasi dan berpikir kritis, baik dalam dinamika perkuliahan maupun kegiatan kemahasiswaan. ***




