Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Opini

Hakikat Qurban; Memantik Kesalehan Sosial

Asep Kamaludin, S.IP., Aktivis MPKS Muhammadiyah Kuningan

Qurban yang tertunai tidak lagi melihat suku, bangsa, ras, dan warna kulit. Bahkan jarak yang sulit bukan lagi rintangan untuk menghantarkan senyuman saudara kita di pojok dusun tertinggal.

Makna Sosial Qurban

Syariat qurban sarat akan makna kesalehan. Di dalamnya terkandung pesan vertikal dan horizontal. Hal itu akan tercermin dari sikap dan perilaku pekurban itu sendiri.

Secara vertikal, kemampuannya melaksanakan syariat qurban menjadikan gugurnya kewajiban terhadap kelebihan atas hartanya. Sedangkan tanggung jawab sosialnya secara horizontal untuk berbagi dan peduli dengan kaum miskin dan lingkungannya menjadi perekat ukhuwah di antara mereka

Ketika qurban yang ditunaikan, senyum kegembiraan kaum papa merekah tatkala menerima daging kurban yang menjadi penghancur dinding keangkuhan sosial. Tak ada lagi dikotomi di tengah masyarakat, karena simbul keharmonisan telah terjalin oleh tetesan darah hewan kurban. Keseimbangan sosial, semangat kebersamaan, solidaritas, dan arti kesetiakawanan menjadi puncak persaudaraan umat.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 28: “(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir,”

Subhanallah, sepotong daging kurban menghapus derita kaum duafa, menguntai senyum, dan menebar doa. Tentunya keikhlasan doa yang tumbuh dari rasa gembira dan bahagia duafa menambah keberkahan harta pekurban.

Qurban tanpa batas menjadi perekat, menebar empati, peduli, membangun kebersamaan, dan mengikat keharmonisan. Indah berbagi dengan dhuafa bersama qurban yang tertunaikan.

Penulis: Asep Kamaludin, S.IP., Aktivis MPKS Muhammadiyah Kuningan.

Baca Juga :  218 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Bupati Sarankan Kolaborasi

Related posts

UMMA KITCHEN, Cita Rasa Rumahan Penuh Kasih dari Kedokan Bunder

Cikal

Dibangun 3 Era Bupati Terdahulu, Kini Jalan Lingkar Timur Bernama Jalan Eyang Kyai Hasan Maulani

Cikal

Jelang PAS, Dugaan Jual Beli Soal Nodai Kabupaten Pendidikan

Ceng Pandi

Leave a Comment