KUNINGAN — Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan atau HRA, mendorong mahasiswa di Kabupaten Kuningan untuk tidak menjadikan politik sebagai satu-satunya pilihan masa depan. Ia justru meminta generasi muda berani masuk ke dunia usaha dan membangun kemandirian ekonomi.

Pesan itu disampaikan HRA saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Arunika Eatery, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (25/2026).

Di hadapan mahasiswa, HRA mengatakan kelompok mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Mereka, kata dia, bukan sekadar kelompok intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai aktivis, penjaga idealisme, kontrol sosial, dan agen perubahan.

“Pertama, saya merasa bahagia dan bersyukur. Mahasiswa punya peran yang strategis, karena bangsa ditentukan oleh aktivis, idealisme, kontrol sosial, dan agen perubahan,” ujar HRA.

Namun, ia menilai peran tersebut perlu diikuti dengan keberanian mengambil bagian dalam penguatan ekonomi daerah. HRA mengajak mahasiswa mulai membangun usaha sejak dini, sehingga tidak selalu berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut HRA, jumlah pengusaha di Kabupaten Kuningan masih relatif sedikit. Kondisi itu sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peluang, membangun bisnis, sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Kuningan kekurangan pengusaha, cuma di bawah 3 persen. Harus jadi pengusaha, bukan menjadi politisi,” tegasnya.

HRA mengatakan dunia usaha dapat menjadi jalan bagi anak muda untuk mencapai kemandirian sekaligus memberikan manfaat lebih luas. Ketika usaha berkembang, pengusaha tidak hanya menciptakan kesejahteraan bagi dirinya, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian di sekitarnya.

Ia bahkan menyarankan mahasiswa membangun fondasi ekonomi terlebih dahulu sebelum memutuskan terjun ke politik.

“Ini adalah kesempatan kalian menjadi orang sukses berawal dari pengusaha. Kalau sudah jadi pengusaha besar baru bisa menjadi politisi,” katanya.

Menurut HRA, keberadaan lebih banyak pengusaha muda akan memberi dampak terhadap persoalan lapangan kerja di Kuningan. Karena itu, ia berharap mahasiswa berani memulai usaha, mengembangkan inovasi, dan tidak takut mengambil risiko dalam membangun bisnis.

Ia menilai keberanian tersebut penting agar generasi muda tidak hanya menunggu tersedianya lapangan pekerjaan, tetapi ikut menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.

“Persoalan keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah dapat ikut teratasi dan perekonomian Kuningan semakin berkembang,” kata HRA. ***