Nanan menilai, pemerataan manfaat adalah kunci agar keberhasilan di level makro juga dinikmati oleh masyarakat kecil dan tidak hanya berputar di lingkaran atas. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan capaian melalui aksi nyata dan partisipasi publik.
“Pemerintah perlu memetakan kembali strategi agar pertumbuhan ini berkelanjutan dan disertai nilai-nilai partisipatoris. Ketika masyarakat ikut serta, keberhasilan ekonomi akan lebih bermakna,” tutur Nanan.
Sebagai organisasi yang beranggotakan para akademisi dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, ICMI Kuningan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah daerah demi peningkatan kualitas pembangunan.
“ICMI memiliki khazanah keilmuan yang sangat beragam. Kami siap berkolaborasi dengan Pemda Kuningan di berbagai bidang, mulai dari riset kebijakan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat,” imbuh Nanan.
Ia berharap pemerintah daerah berani membuka ruang dialog dan kerja sama dengan para cendekiawan lokal. Menurutnya, kolaborasi antara birokrasi dan kalangan akademik penting untuk memastikan kebijakan publik yang dikeluarkan benar-benar berbasis data dan ilmu pengetahuan.
“Kemajuan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada sektor birokrasi. Keterlibatan akademisi akan memperkaya perspektif dan memperkuat legitimasi ilmiah dari setiap langkah pembangunan,” ucap Nanan, yang optimistis sinergi ini dapat menjadikan capaian 10 persen bukan sekadar angka, melainkan momentum menuju kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kuningan. (ali)
