
KUNINGAN – Bupati Kuningan menyebut masih ada ketimpangan sosial di tengah Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal yang sama juga disampaikan mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan.
Bedanya, ketimpangan yang dimaksud Bupati Kuningan adalah ruang dan akses masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan mahasiswa menyebut ketimpangan nyata dalam pelaksanaan upacara bendera di lapangan.
Menurut Hanief Nurmaulana Azhar, terdapat ketimpangan nyata dalam seremoni puncak agustusan tersebut. Karena hal tersebut lumrah terjadi dari masa ke masa, perlakukan ibarat tuan bagi pejabat dan sahaya bagi rakyat sangat tampak. Hal itu disebut belum mencerminkan kemerdekaan yang sesungguhnya
Dirinya menyoroti kondisi peserta yang harus mengikuti rangkaian upacara di bawah terik matahari, sementara sejumlah pejabat berada di bawah tenda dan mendapatkan fasilitas yang dinilai jauh lebih nyaman.
“Ini menjadi ironi dalam peringatan kemerdekaan. Peserta upacara harus panas-panasan, sementara para pejabat duduk adem di bawah tenda dengan berbagai hidangan yang disuguhkan,” ujarnya, Senin, (17/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai fasilitas, tetapi menyangkut semangat kesetaraan dan penghormatan terhadap masyarakat yang turut hadir memperingati hari kemerdekaan.
Terlebih, kondisi di lapangan disebut membuat sejumlah peserta tidak kuat mengikuti upacara hingga selesai. Ia berharap ke depan penyelenggaraan upacara kemerdekaan dapat lebih memperhatikan kondisi seluruh peserta, bukan hanya tamu undangan.
Menurutnya, momentum kemerdekaan seharusnya menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa seluruh rakyat memiliki kedudukan yang sama dalam merayakan kemerdekaan.
“Semangat kemerdekaan itu tentang kebersamaan dan kesetaraan. Jangan sampai yang merayakan justru merasakan perlakuan yang berbeda,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah mengevaluasi teknis pelaksanaan upacara, terutama terkait kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan peserta, sehingga peringatan kemerdekaan ke depan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga mencerminkan nilai keadilan dan penghormatan kepada seluruh rakyat.





