KUNINGAN – Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi refleksi bagi umat muslim untuk mengingatnya, termasuk di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Winduhaji, Kecamatan Kuningan.
Dalam peringatan kemuliaan Nabi Muhammad itu, Kitab Sirajut Thalibin Juz 2 menjadi pembahasan utama, yaitu bagaimana seorang muslim agar mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Pembahasan itu dipimpin oleh KH. Dodo Murtadlo Ahmad Hasan yang merupakan pengasuh Ponpes Riyadllul Huda.
Dalam tausiyahnya, Kiai Dodo menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukanlah sebuah dongeng, melainkan bukti kekuasaan Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW.
Ia juga menyampaikan bahwa hadiah terindah dari peristiwa Isra Mi’raj adalah shalat, yang merupakan mi’raj-nya orang-orang beriman. Oleh karena itu, Menurutnya, apabila kehidupan terasa berantakan, maka yang perlu diperbaiki pertama kali adalah kualitas shalatnya.
”Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani yang akan menuntun kehidupan agar lebih tertata dan penuh keberkahan,” tuturnya, belum lama ini.
Pihaknya mengajak para santri dan jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik evaluasi diri, khususnya dalam menjaga konsistensi ibadah shalat lima waktu serta meningkatkan kualitas kekhusyukan.
Diakhir kajian, Kiai Dodo menyampaikan pesan yang bermakna sebagai dorongan santri untuk semangat menuntut ilmu, guna bermanfaat bagi didinya sendiri dan masyarakat secara luas.
“Jayana hirup ku berjamaah jeung ngaji
(Kemuliaan hidup diraih dengan kebersamaan dan terus mengaji),” pungkasnya.
Kegiatan tersebut nampak dihadiri oleh puluhan santri, alumni, serta hadir pula pimpinan Pondok Pesantren Riyadlul Huda Winduhaji, KH. Muhammad Iqbal.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan antara pengasuh, dewan kyai, alumni, serta para santri Pondok Pesantren Riyadlul Huda Winduhaji Kuningan. (Icu)
