
KUNINGAN – Kemeriahan Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan menyisakan pekerjaan besar bagi petugas kebersihan. Usai ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan rangkaian karnaval, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan langsung bergerak membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur kegiatan.
Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Kuningan, Andi, mengatakan pihaknya mengerahkan armada dan puluhan petugas penyapu untuk memastikan sampah pasca kegiatan segera tertangani.
“Penyapu ada sekitar 30 orang,” kata Andi, usai kegiatan, Minggu, (13/9/2026).
Untuk pengangkutan, kata dia, DLH mengoperasikan sejumlah armada, di antaranya tiga unit motor roda tiga, satu unit mobil kolbak, serta satu unit armada truk yang rutin melayani jalur Siliwangi–Taman Kota (Tamkot). Sementara truk lainnya bergerak di jalur masing-masing sesuai pembagian wilayah.
Menurutnya, proses pengangkutan bahkan sudah dilakukan sejak dini hari. Ritase pertama berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB, kemudian dilanjutkan ritase berikutnya sekitar pukul 10.00 WIB. Saat proses pembersihan masih berlangsung, armada kembali bersiap melakukan pengangkutan berikutnya.
“Sekarang ritase ketiga mau jalan,” ujarnya.
Dengan kapasitas angkut sekitar 6-8 meter kubik setiap ritase, volume sampah yang harus ditangani diperkirakan mencapai puluhan ton apabila seluruh ritase diperhitungkan.
Andi menyebut, secara hitungan kasar, satu armada truk dapat mengangkut sekitar 5 ton dalam satu ritase. Dengan empat kali ritase, kapasitas angkutnya bisa mencapai sekitar 20 ton.
“Bisa 20 ton. empat ritase kali lima ton,” jelasnya.
Besarnya volume sampah tersebut menggambarkan tingginya aktivitas masyarakat selama pelaksanaan Karnaval Budaya HUT ke-528 Kuningan. Konsentrasi massa di sejumlah jalur membuat sampah terkumpul dalam jumlah besar, sementara tidak seluruh sampah di beberapa jalur dapat langsung terangkut dalam satu kali pengangkutan.
Meski demikian, pihaknya memastikan proses pembersihan terus dilakukan secara bertahap. Petugas tidak hanya mengandalkan armada pengangkut, tetapi juga mengerahkan personel penyapu untuk membersihkan sampah dari ruas jalan dan titik-titik yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.
Pemandangan petugas yang telah bekerja sejak subuh menjadi bagian lain dari cerita setelah kemeriahan karnaval berakhir. Ketika sebagian masyarakat mulai meninggalkan lokasi, para petugas kebersihan justru masih berjibaku mengembalikan kebersihan jalan yang digunakan sebagai jalur karnaval.
Pembersihan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ruang publik kembali nyaman digunakan masyarakat setelah rangkaian perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.





