KUNINGAN – Karnaval Budaya dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan kreativitas masyarakat. Di balik beragam penampilan yang disuguhkan, para peserta juga membawa pesan dan aspirasi tentang wajah Kuningan yang diharapkan semakin baik ke depan.

‎Setiap peserta tampil dengan tema masing-masing. Pesan yang disampaikan pun beragam, mulai dari pentingnya pemerintahan yang bersih, tata kelola pemerintahan yang baik, kepedulian terhadap lingkungan, hingga semangat untuk membangun Kabupaten Kuningan secara bersama-sama.

‎Hal tersebut mendapat perhatian dari Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, pesan yang disampaikan peserta merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang dikemas melalui kreativitas dan budaya.

‎“Semua menyampaikan pesan bahwa Kuningan harus lebih baik. Ya, tadi tentang bersih, tentang good governance, tentang clean governance,” ujarnya usai menyaksikan Karnaval Budaya, Minggu, (13/9/2026).

‎Ia mencontohkan pesan yang dibawa sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Kuningan (Uniku) dan Universitas Islam Al-Ihya (Unisa). Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan adanya harapan yang sama dari berbagai elemen masyarakat terhadap terwujudnya pemerintahan yang lebih baik.

‎“Pesan-pesan itu pasti mereka sampaikan sebagai bentuk aspirasi keinginan mereka untuk Kuningan yang lebih baik,” katanya.

‎Bupati menegaskan, aspirasi tersebut sejalan dengan semangat pemerintah daerah. Menurutnya, membangun Kuningan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk masyarakat, dunia pendidikan, serta jajaran penyelenggara pemerintahan.

‎“Tentu kami dari birokrat, dari jajaran legislatif, eksekutif, yudikatif, sama. kami berkeinginan bersama-sama membangun Kuningan yang lebih baik dengan tadi kepemimpinan yang bersih, pemerintahan yang baik, dan sebagainya,” ungkapnya.

‎Selain isu tata kelola pemerintahan, pesan mengenai lingkungan juga turut muncul dalam Karnaval Budaya. Hal itu, kata dia, dinilai penting mengingat kelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan Kabupaten Kuningan.

‎Bagi Dian, hadirnya berbagai pesan tersebut membuat Karnaval Budaya memiliki nilai lebih. Masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga diajak untuk melihat berbagai persoalan dan harapan daerah melalui perspektif para peserta.

‎Ia menyebut Karnaval Budaya tahun ini berlangsung selama sekitar lima jam tanpa jeda dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang bertahan hingga acara berakhir.

‎“Ini merupakan hiburan yang menarik dan berisi. Ada tontonan dan ada juga tuntunan. Mudah-mudahan jadi spirit bagi kita untuk membangun yang lebih baik,” tuturnya.

‎Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah. Pesan-pesan pembangunan yang disampaikan melalui kreativitas peserta menjadi bagian dari refleksi bersama mengenai arah Kuningan ke depan.

‎Baginya, pesan tersebut menjadi energi positif untuk terus mendorong Kuningan berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

‎“Jati diri, tradisi harus jadi bagian hidup kita masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” tutupnya.