Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Peristiwa

Kebakaran Dini Hari di Winduhaji, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan karyawan, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

‎Menurut keterangan pelapor, Agung, yang merupakan karyawan peternakan, kejadian bermula saat dirinya mendengar dua kali suara ledakan. Tak lama berselang, rekan kerjanya, Asna, memberitahu bahwa api telah membakar mes karyawan dan gudang. Api dengan cepat membesar dan dikhawatirkan menjalar ke kandang ayam di sekitar lokasi.

‎Dalam kondisi panik, Agung, langsung menuju kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan pemadaman.

‎Petugas pemadam kebakaran menerima laporan pada pukul 01.30 WIB dan segera bergerak ke lokasi lima menit kemudian. Sekitar pukul 01.40 WIB, petugas tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Sebanyak 10 personel Regu 3 dikerahkan bersama dua unit kendaraan operasional.

‎“Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan turut dibantu oleh para karyawan peternakan,” ujar Andri Arga Kusumah, selaku Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan.

‎Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.30 WIB. Dari hasil sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.

‎Akibat kejadian tersebut, bangunan semi permanen berukuran 10 x 4 meter hangus terbakar. Selain itu, sejumlah peralatan seperti alat semprot dan barang lainnya ikut terdampak. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp36,5 juta. Sementara itu, dampak non materi berupa trauma dan kepanikan dirasakan oleh para karyawan di lokasi kejadian.

‎Petugas juga menghadapi kendala saat proses pemadaman karena lokasi kebakaran yang cukup jauh dari akses jalan, sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

‎Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, penggunaan gas, hingga aktivitas pembakaran sampah. Selain itu, penting bagi lingkungan pemukiman maupun perusahaan untuk menyediakan sarana proteksi kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan sumber air cadangan.

‎Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran harus terus ditingkatkan guna meminimalisir resiko yang lebih besar di masa mendatang. (Icu)

Baca Juga :  Pemkot Banjar Gandeng Kemenparekraf Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal