
KUNINGAN – Aksi pembobolan keropak di Masjid Nurul Iman, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan, kembali terjadi. Marbot masjid, Mufti, menyebut bahwa aksi serupa pernah terjadi pada Juli 2026.
Kali ini, maling keropak terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Aksi tersebut terekam kamera CCTV masjid yang memperlihatkan pelaku diduga masuk dengan melompat pagar dan membobol keropak menggunakan alat seperti obeng.
Mufti menceritakan rangkaian kejadian pencurian yang terjadi di masjid tersebut. Menurutnya, sebelum dirinya bertugas di masjid tersebut, aksi pencurian memang disebut beberapa kali terjadi.
Namun, setelah dirinya berada di lokasi, kondisi sempat aman cukup lama. Hingga pada 9 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, aksi pembobolan kembali terjadi.
“Dulu-dulu memang sering kejadian di sini. Pas saya ke sini, lama enggak ada kejadian lagi. Nah, tanggal 9 Juli sekitar jam 03.00 itu mulai ada lagi,” ujar Mufti, Kamis (3/9/2026) saat diwawancarai Cikalpedia.id
Saat itu, Ia yang sedang menginap di area masjid kemudian turun ke bawah dan mendapati sejumlah bagian sudah dalam kondisi berantakan.
Keropak yang berada di bagian depan masjid, termasuk yang berada di sekitar toilet, menjadi sasaran. Namun, pada kejadian sebelumnya, pelaku belum sampai menyentuh keropak di tempat penyimpanan mukena.
“Semua sudah acak-acakan. Keropak yang di depan, yang keropak WC. Tapi belum sampai ke keropak tempat mukena,” ungkapnya.
Mufti mengaku sempat khawatir kejadian tersebut kembali terulang. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti. Pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, aksi pembobolan kembali terjadi dengan modus yang dinilai lebih berani.
Kali ini, pelaku diduga tidak hanya mengacak-acak bagian depan, tetapi berhasil masuk lebih jauh ke area masjid. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga masuk melalui akses gerbang di sekitar lokasi. Pelaku kemudian melompat pagar untuk masuk ke area serambi masjid.
“Sekarang malingnya sampai ke tempat penyimpanan mukena, acak-acakan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, setelah berhasil masuk, pelaku sempat menuju toilet. Dari sana, pelaku kemudian bergerak lurus menuju lokasi keropak seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV.
Pelaku diduga telah mempersiapkan alat untuk menjalankan aksinya. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku membawa benda yang diduga merupakan obeng.
“Masuk terus buka pintu, keluar ke WC. Setelah dari WC langsung lurus, seperti yang di video. Bawa obeng,” jelasnya.
Di masjid tersebut terdapat dua titik keropak yang biasa menjadi sasaran pada malam hari, yakni bagian depan dan sekitar toilet. Untuk keropak di bagian depan, posisinya disebut terpasang secara permanen pada tiang.
Sementara itu, jumlah uang yang kemungkinan hilang belum dapat dipastikan. Pasalnya, uang di dalam keropak tersebut disebut sudah sekitar satu bulan belum diambil.
“Kurang tahu sekian-sekiannya. Uangnya sudah lumayan lama, sekitar satu bulan,” ujarnya.
Tak hanya keropak, aksi pelaku juga meninggalkan kondisi sejumlah bagian masjid dalam keadaan berantakan. Area toilet turut menjadi perhatian karena ditemukan dalam kondisi tidak seperti semula.
Mufti mengaku semakin khawatir jika aksi tersebut kembali terjadi. Sebab, dibandingkan kejadian sebelumnya, pelaku dalam aksi terbaru dinilai sudah mampu menembus akses lebih jauh ke dalam masjid.
“Takutnya ke sini lagi. Dulu yang pertama di depan, belum sampai ke sana. Yang sekarang sudah bisa masuk ke masjid,” katanya.
Pengelola masjid kini mempertimbangkan langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk kemungkinan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan hilangnya uang dalam keropak, tetapi juga menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan jamaah yang beraktivitas di Masjid Nurul Iman.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan lingkungan masjid dapat diperkuat untuk mencegah pelaku kembali beraksi.





