Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Cerpen

Ketulusan Gula dalam Secangkir Kopi

“Dan aku…” Gula Pasir bicara pelan, “…aku hanya memastikan kalian bisa diterima.”

Bubuk Kopi mencibir. “Ah, basa-basi! Tanpa kau pun manusia tetap meminumku.”

“Tentu,” sahut Gula, “tapi mereka akan menyeringai, bukan tersenyum.”

Air Panas ikut menimpali, “Kau selalu jadi yang paling banyak diminta, tapi tak pernah dipuji.”

“Itulah ketulusan,” ujar Gula dengan suara yang hampir larut bersama dirinya, “Dicintai dalam senyap, dibutuhkan tanpa disadari, dan menghilang untuk membuat yang lain terasa lengkap.”

Sementara itu, di luar cangkir, manusia sedang menyeruput. “Ah, ini baru kopi!” katanya puas.

Tidak ada yang menyebut nama Gula. Tidak ada yang berterima kasih padanya. Tapi semua tahu, tanpanya, kopi tak akan terasa senikmat ini.

Dan Gula pun kembali larut, menjadi anonim dalam kehangatan.

Hanya Fiksi Sembari Ngopi by Bengpri

Baca Juga :  Gelar Haul, HMI Komisariat Unisa Gali Titik Temu Gus Dur dan Cak Nur

Related posts

Paguyuban Pasundan Kukuhkan Pengurus Anak Cabang se-Kabupaten Kuningan

Cikal

Jawa Barat Siap Jadi Penggerak Eliminasi TBC Nasional 2030

Cikal

Manajemen Talenta ASN, Akhiri Praktik Like and Dislike

Alvaro

Leave a Comment