Hal itu menjadi sorotan peserta sidang, mengingat pentingnya keberadaan peserta dan pimpinan sidang dalam keberlangsungan musyawarah tersebut.
Menurut Ketua Pelaksana, Sandy, keberlangsungan musyawarah ada di kewenangan Steering Comite (SC). “Itu ada kewenangannya di pihak SC, Kami hanya menyiapkan segala bentuk teknis, dan kalau forum ini tidak bisa dilanjut sampai 2 hari, kami tidak tau langkah selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Steering Comite (SC) sekaligus pemimpin sidang, Milki Sihabul Milah menjelaskan bahwa tidak mengetahui hilangnya 3 komisariat penuh dan 1 komisariat persiapan.
”Kami sudah komunikasi keempat komisariat tersebut, dan tidak ada jawaban. Bahkan kami pun sudah komunikasi ke pimpinan sidang 3, dan tidak ada jawaban juga,” ujarnya.
Ketidakhadiran peserta dan pimpinan sidang itu menyebabkan forum ditunda selama 2 jam. “Saya Skorsing forum ini selama 2 jam,” ujarnya sambil mengetuk palu sidang.
Kondisi forum yang tertunda itu menimbulkan beragam spekulasi di kalangan peserta. Beberapa menganggap hilangnya tiga komisariat penuh dan satu komisariat persiapan sebagai bentuk manuver politik untuk menggagalkan jalannya sidang.
Sementara sebagian lainnya menduga ada persoalan internal yang belum terselesaikan sehingga membuat para utusan memilih menarik diri. Situasi pun sempat memanas ketika sejumlah peserta mengajukan interupsi berulang kali, menuntut agar Steering Comite segera mengambil langkah tegas. (Icu)
Related posts
- Comments
- Facebook comments
