KUNINGAN – Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan, Toto Suripto, meluruskan informasi terkait mundurnya atau walk out tim bola basket putra Kabupaten Kuningan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Ia menegaskan, keputusan tim untuk tidak melanjutkan pertandingan bukan tanpa alasan, melainkan atas permintaan official setelah peluang untuk melaju ke babak berikutnya dipastikan tertutup.

Klarifikasi tersebut sekaligus mempertegas isi surat resmi KONI Kabupaten Kuningan Nomor 291/KONI-KNG/XI/2026 tertanggal 2 November 2026, perihal pemberitahuan kepada Bidang Pertandingan Porprov XV Jawa Barat 2026, Ketua Pelaksana Pertandingan Bola Basket, serta Technical Delegate Cabang Olahraga Basket.

Dalam surat tersebut, KONI Kabupaten Kuningan secara resmi menyampaikan bahwa tim basket 5×5 putra Kabupaten Kuningan tidak dapat mengikuti pertandingan ke-3 pada Porprov XV Jawa Barat 2026.

Toto menjelaskan, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertimbangan official tim yang sebelumnya telah meminta persetujuan kepada koordinator wilayah Depok untuk kembali pulang, setelah menjalani dua pertandingan dan mengalami kekalahan dengan selisih poin yang cukup besar.

“Memang benar tim basket putra melakukan walk out. Namun, perlu diluruskan bahwa keputusan untuk pulang itu atas permintaan official tim. Pertimbangannya karena setelah dua kali bertanding dan mengalami kekalahan, peluang untuk lolos ke babak selanjutnya sudah tidak ada, apa pun hasil pertandingan terakhir,” ungkap Toto saat dikonfirmasi, Kamis, (5/10/2026).

Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh berdasarkan kronologi dan kebijakan pemberangkatan atlet yang sebelumnya telah disepakati antara KONI dan masing-masing cabang olahraga.

Menurutnya, berdasarkan kesepakatan awal, KONI memprioritaskan pemberangkatan atlet yang berada pada peringkat satu hingga lima di babak kualifikasi Porprov. Namun, KONI juga memberikan sejumlah kelonggaran sebagai bentuk dukungan terhadap cabang olahraga.

Selain memberikan kelonggaran dalam pemberangkatan atlet, Toto menegaskan bahwa KONI Kabupaten Kuningan juga telah memenuhi hak dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga (cabor) yang diberangkatkan ke Porprov XV Jawa Barat 2026.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan perlengkapan atau uniform berupa topi, jersey, jaket training, hingga sepatu. KONI juga telah mengalokasikan uang saku bagi manajer, pelatih, dan atlet, termasuk menanggung kebutuhan transportasi, penginapan, serta konsumsi selama pelaksanaan pertandingan.

Bahkan, menurutnya, kebutuhan akomodasi dan konsumsi telah dipesan hingga babak final sebagai bentuk kesiapan dan komitmen KONI dalam mendukung perjuangan seluruh kontingen Kabupaten Kuningan.

Khusus cabang olahraga basket, yang berdasarkan hasil kualifikasi berada pada urutan sembilan ke bawah untuk empat nomor pertandingan, yakni 5×5 putra, 5×5 putri, serta 3×3 putra dan putri, KONI memberikan kesempatan pemberangkatan untuk dua nomor.

Adapun penentuan dua nomor yang diberangkatkan sepenuhnya diserahkan kepada Pengurus Cabang Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kuningan.

“Untuk basket, dari empat nomor yang ada, KONI memberikan kelonggaran untuk dua nomor, yakni 5×5 dan 3×3. Penentuan nomor mana yang diberangkatkan kami serahkan kepada Perbasi,” jelasnya.

Meski demikian, Toto mengaku menyayangkan hasil yang diraih tim basket putra Kuningan. Baginya, persoalan yang lebih mendasar bukan semata-mata keputusan tidak melanjutkan pertandingan, melainkan kualitas dan kesiapan tim yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian serius.

Ia menilai, hasil di Porprov XV Jabar 2026 harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi Perbasi sebagai induk cabang olahraga maupun KONI sebagai organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, olahraga prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkesinambungan, regenerasi atlet, prioritas latihan yang terarah, serta keikutsertaan dalam berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.

“Yang kami sayangkan adalah kualitas tim basket Kuningan. Ke depan, ini harus menjadi evaluasi bersama. Pembinaan harus berjalan berkesinambungan, regenerasi atlet harus diperhatikan, begitu juga prioritas latihan dan keikutsertaan dalam berbagai event basket harus lebih ditingkatkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa evaluasi tidak boleh hanya dibebankan kepada Perbasi. KONI Kabupaten Kuningan, sebagai induk seluruh cabang olahraga, turut bertanggung jawab melakukan pembenahan agar prestasi olahraga daerah semakin meningkat.

Lebih jauh, Toto menyebut Porprov XV Jabar 2026 menjadi bagian dari komitmen KONI Kuningan dalam membangun prestasi melalui potensi atlet yang dimiliki daerah sendiri. Ia menegaskan bahwa dalam kontingen Porprov kali ini, KONI tidak membeli atau mendatangkan atlet dari luar daerah.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa terdapat atlet yang bukan berasal dari Kuningan, tetapi telah tiga kali membela Kabupaten Kuningan dalam kejuaraan sebelumnya.

“KONI tidak membeli satu pun atlet dari luar. Ada memang atlet yang bukan asli orang Kuningan, tetapi mereka sudah tiga kali membela Kabupaten Kuningan. Jadi, kami tetap berupaya membangun prestasi dengan mengoptimalkan atlet yang selama ini memperkuat daerah,” ujarnya.

Toto berharap, hasil Porprov kali ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi dunia olahraga Kabupaten Kuningan. Bukan hanya mengejar hasil dalam satu kejuaraan, tetapi membangun fondasi prestasi melalui sistem pembinaan yang kuat, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, capaian di Porprov harus menjadi cermin untuk melihat sejauh mana proses pembinaan telah berjalan. Dengan evaluasi bersama antara KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan, kualitas atlet Kuningan diharapkan semakin kompetitif dalam menghadapi agenda olahraga mendatang.

“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Kita ingin olahraga Kabupaten Kuningan semakin berkembang dan ke depan mampu bersaing dengan daerah lain melalui pembinaan yang lebih baik,” tutupnya.***