KUNINGAN — Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Kuningan mengincar dua medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Tumpuan utama kontingen ini berada di tangan Walmer dan Anis, yang diproyeksikan tampil dominan di kelas masing-masing.

Walmer dijadwalkan turun di kelas 60 kilogram putra, sementara Anis berlaga pada kelas 71 kilogram putri.

Ketua Pertina Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, menyatakan persaingan di sektor putri cenderung lebih terbuka karena keterbatasan jumlah peserta. Sebaliknya, peta persaingan di sektor putra dinilai lebih berat akibat keberadaan petinju berkelas nasional dari daerah lain.

“Target utama adalah dua emas dari Walmer dan Anis. Mudah-mudahan Via dan Zaid juga bisa menyumbang medali,” ujar Deden, minggu (1/11/2026) malam.

Bekasi dan Bogor dipetakan sebagai dua rival utama yang wajib diwaspadai lantaran memiliki materi atlet berpengalaman di tingkat nasional.

Guna menghadapi ketatnya kompetisi, Pertina Kuningan menggelar pemusatan latihan terpadu sejak Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk memantapkan penguasaan teknik, daya tahan fisik, serta mental bertanding para atlet.

Dari hasil babak kualifikasi, Kuningan meloloskan empat atlet—tiga putra dan satu putri. Selain Walmer dan Anis, nama Via serta Zaid masuk dalam jajaran kontingen yang berpeluang menambah perolehan medali.

Walmer tercatat sebagai pemegang dua medali emas pada edisi Porprov sebelumnya. Pertina mengandalkan rekam jejak tersebut agar ia mampu mempertahankan gelar juara pada edisi 2026.

“Walmer sudah dua kali meraih emas. Kami berharap dia kembali mempertahankan prestasinya,” kata Deden.

Deden juga menyoroti pentingnya dukungan pembinaan bagi cabang olahraga tinju di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pasalnya, tinju tetap menjadi salah satu cabang andalan Kabupaten Kuningan untuk mendulang medali di level regional.

Rangkaian pertandingan tinju Porprov Jabar 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 November 2026. Sementara agenda pengundian (drawing), pertemuan teknis, dan manager meeting digelar dua hari sebelumnya, pada 9 November 2026—tanggal yang sama dengan keberangkatan kontingen Kuningan ke lokasi pertandingan. ***