KUNINGAN – Kabar kepulangan lima pemain lokal Persik Kuningan di tengah pemusatan latihan (Training Camp) menjadi sorotan. Apalagi, peristiwa itu terjadi menjelang bergulirnya Liga 3 yang dijadwalkan pada 13 November mendatang.

Kepulangan tersebut disebut bukan karena persoalan teknis permainan. Namun kepastian kelanjutan kontrak para pemain masih menunggu keputusan manajemen. Kelima pemain tersebut adalah Nano Supriatna, Jaka, Rio Hardianto, Gian Farhan, dan Zia.

Koordinator tim Pesik Kuningan yang bertanggung jawab mendampingi tim, Abdul Majid, mengonfirmasi bahwa kelima pemain tersebut memang telah meninggalkan lokasi latihan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dari sisi kebutuhan tim, para pemain tersebut masih dinilai memiliki kontribusi penting dalam persiapan menghadapi kompetisi.

“Secara teknis sampai detik ini masih tidak ada masalah. Untuk perpanjangan dan sebagainya, manajemen belum bisa menyampaikan iya atau tidaknya karena secara kebutuhan teknis mereka masih masuk,” ungkapnya, Jum’at, (16/10/2026).

Ia secara khusus menyoroti kontribusi pemain lokal, termasuk trio pemain asal Kuningan dan sejumlah pemain muda yang dinilai masih dibutuhkan untuk memperkuat tim.

Oleh karena itu, kepulangan kelima pemain tersebut belum dapat dimaknai sebagai keputusan final terkait kelanjutan karier mereka bersama Persik Kuningan.

Menurutnya, persoalan tersebut lebih berkaitan dengan situasi internal yang masih berkembang, bukan karena evaluasi performa di lapangan. Bahkan, ia mengaku sempat berupaya menahan para pemain agar tidak meninggalkan training sebelum persoalan yang ada menjadi lebih jelas.

Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, termasuk isu mengenai kepemilikan klub dan kabar Persik Kuningan akan dijual, pihaknya memilih berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Ia menyebut masih ada sejumlah hal yang perlu dikomunikasikan oleh pihak-pihak terkait, sehingga belum bisa memastikan arah keputusan yang akan diambil.

“Kalau itu saya belum berani statement. Jujur, walaupun saya tahu, saya takut salah. Yang pasti, tim tetap mempersiapkan yang terbaik secara teknis,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan bahwa komunikasi di antara para petinggi klub masih memerlukan penyelarasan. Saat ini, menurutnya, proses rekonsiliasi masih berlangsung untuk menentukan arah Persik Kuningan ke depan.

Meski situasi internal belum sepenuhnya kondusif, persiapan tim diklaim tetap berjalan. Program latihan telah memasuki tahap taktikal, disertai evaluasi dan pemantauan terhadap sejumlah pemain yang mengikuti seleksi.

Ia mencontohkan uji coba melawan Donggala, ketika Pesik Kuningan sempat unggul 1-0 pada babak pertama sebelum melakukan rotasi pada babak-babak berikutnya untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang belum banyak tampil maupun pemain seleksi.

Selain itu, tim juga masih berencana mendatangkan sejumlah pemain yang memiliki pengalaman bermain di Liga 1 dan Liga 2 untuk memperkuat komposisi skuad.

Terkait kabar penjualan Pesik Kuningan, ia belum bersedia mengungkapkan secara terperinci. Namun, ia mengakui adanya peminat dari sejumlah daerah, termasuk dua pihak dari Jawa Barat yang disebut telah menunjukkan ketertarikan serius.

Situasi tersebut menambah dinamika di tubuh Pesik Kuningan menjelang kompetisi. Kendati demikian, hingga kini belum ada kepastian yang disampaikan mengenai perubahan kepemilikan klub maupun nasib akhir lima pemain lokal yang telah meninggalkan training.***