Cikalpedia
”site’s ”site’s
Kuningan

Koperasi di Kuningan Hadapi Tantangan Serius

Lena Herlina saat diskusi dengan anak muda untuk pengembangan usaha

KUNINGAN — Persoalan regenerasi, minimnya pembinaan, hingga lemahnya perhatian pemerintah daerah masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan koperasi di Kabupaten Kuningan. Hal itu disampaikan Lena Herlina, mantan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kuningan, dalam perbincangan mengenai kondisi koperasi hari ini.

Menurut dia, koperasi membutuhkan gagasan dan energi baru agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selama menjabat sebagai Ketua Dekopinda Kuningan, Lena mengaku lebih banyak fokus pada pembinaan koperasi di lapangan, khususnya koperasi yang bergerak di sektor produktif.

“Koperasi sering dipersepsikan hanya sebagai simpan pinjam. Padahal fungsinya bisa jauh lebih luas,” ujar Lena.

Ia mencontohkan koperasi petani kopi yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga melakukan pembinaan produksi, menyediakan modal saat masa tanam, hingga menampung hasil panen. Skema tersebut, menurut dia, menciptakan perputaran usaha yang sehat di internal koperasi.

Lena juga menaruh perhatian besar pada keterlibatan generasi muda. Ia menilai rendahnya minat anak muda berkoperasi disebabkan minimnya pemahaman. “Banyak anak muda tidak tahu koperasi itu apa. Di mata mereka, koperasi identik dengan pinjaman saja,” ujarnya.

Padahal, bagi Lena, koperasi dapat menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara kolektif.

Baca Juga :  Wajah Baru KAHMI Kuningan, Formasi Lengkap Berbagai Latar Belakang

Related posts

Wabup Tuti Lepas Calon Haji Kadugede, Titip Pesan Ini

Cikal

Silaturahmi dengan Insan Pers, Dandim Paparkan Program Strategis Nasional

Ceng Pandi

Tak Hanya Insentif, Pemkab Kuningan Buka Akses PKL ke Belanja Pemerintah

Cikal