“Mudah-mudahan program ini memberikan dampak positif untuk sumber daya manusia bidang pertanian,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Nunu Sanu’i menyampaikan bahwa Muhammadiyah Kuningan tidak berhenti berinovasi dan melangkah maju dalam berbagai hal termasuk pertanian. Hal itu sebagai langkah nyata dalam memberikan terbosan dan inovasi bagi petani serta ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.
”Jangan sampai petani terus menerus mengeluh tentang harga murah dan susahnya menjual hasil tani. Keseriusan kami bukan sampai disitu tapi bagaimana pendidikan anak petani sehingga mereka mempunyai pendidikan yang layak dan orang tuanya tidak risau lagi mengenai biaya sekolah” ujarnya.
Ia juga menegaskan, hadirnya JATAM bisa memudahkan para petani, termasuk dalam aspek permodalan, pupuk, serta alat kelengkapan untuk membantu petani dalam mengolah kebun maupun sawah. (Icu)
