KUNINGAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ika Siti Rahmatika, kembali menunjukkan komitmennya untuk melakukan pengawasan. Acara dikemas dalam dialog langsung dengan masyarakat.
Kali ini, istri dari mantan Bupati Kuningan, almarhum H. Acep Purnama itu hadir di tengah masyarakat Desa Cileleuy Kecamatan Cigugur. Masyarakat dikumpulkan di balai desa setempat, Jum’at, (5/12/2025).
Kepala Desa Cileleuy, Sadar, mengapresiasi kunjungan tersebut. Hadirnya politikus PDI Perjuangan itu membawa angin segar untuk menjawab persoalan yang dihadapi desanya. Karena itu, kesempatan langka berdialog langsung dengan wakil rakyat dimanfaatkan untuk menurahkan beragam aspirasi.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kehadiran Bu Ika, mudah-mudahan dengan hadirnya beliau bisa menjadi penjembatan aspirasi kami,” ujar Sadar.
Mengingat, tamunya itududuk di Komisi II, yang salah satunya membidangi pariwisata, pihaknya juga menyampaikan aspirasi terkait potensi wisata lokal yang belum tergarap optimal. Menurutnya, Desa Cileleuy memiliki potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dalam hal promosi, infrastruktur penunjang, dan pendampingan pengelolaan.
“Kami (Cileuleuy) ini mempunyai potensi pariwisata yang perlu dikembangkan, salah satunya destinasi situ Citiis, dan kali ini sedang ditata, termasuk kami tadi menyampaikan ke Bu Ika untuk mengawal dikembangkan,” tambah Sadar.
Dalam kesempatan itu, Ika Siti Rahmatika, menerangkan tiga peran anggota dewan dalam menjalankan tugasnya, yaitu membuat peraturan, menentukan anggaran, dan melakukan pengawasan. Pada kesempatan itu, pihaknya sedang melaksanakan salah satu fungsinya yakni pengawasan.
“Sebagai wakil rakyat, kami tidak hanya bekerja di kantor. Justru yang paling penting adalah melihat langsung kondisi di lapangan, agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Ika.
Selain potensi wisata, kesempatan itu dimanfaatkan untuk menya.paikan segala bentuk persoalan yang twrjadi di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan berbagai persoalan yang belum terselesaikan, mulai dari bantuan sosial yang kurang tepat, peningkatan layanan publik, hingga meminta arahan untuk memajukan UMKM.
Mendengar beragam keluhan yang masyarakat tersebut, Ika berkomitmen, akan mengawal aspirasi dan disampaikan ke pemerintah provinsi maupun pihak terkait agar mendapatkan tindak lanjut yang jelas.
“Semuanya akan kami catat dan bawa dalam pembahasan di komisi. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebutuhan masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti. Tentu perlu proses, namun saya akan mengawal ini seoptimal mungkin,” pungkas Ika. (Icu)
