KUNINGAN – Kecamatan Luragung berhasil menjadi penguasa sepak bola antarkecamatan di Kabupaten Kuningan. Hal itu terbukti setelah sukses meraih gelar juara Bupati Cup 2026 setelah menaklukkan Kecamatan Ciawigebang

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Luragung meraih gelar juara secara back to back, karena pada Bupati Cup di tahun 2025 kemenangan serupa diraihnya. Kemenangab tersebut juga menjadi bukti konsistensi Luragung dalam menjaga tradisi prestasi sepak bola di tingkat kecamatan.

Laga final berlangsung sengit. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling menekan. Sejumlah peluang tercipta, namun ketatnya pertahanan masing-masing tim membuat skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir.

Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Drama dari titik putih pun berlangsung menegangkan. Para pemain Luragung mampu menjaga ketenangan hingga akhirnya memastikan kemenangan dan membawa kembali trofi Bupati Cup ke Kecamatan Luragung.

Sukses tersebut sontak disambut meriah para pemain, ofisial, dan suporter Luragung yang memadati tribun Stadion Mashud Wisnusaputra.

Camat Luragung, Deni Komara, mengatakan keberhasilan mempertahankan gelar juara tidak lepas dari besarnya dukungan masyarakat, Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

“Alhamdulillah, Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya sangat mendukung. Memang di Luragung, bola itu nomor satu. Fanatismenya luar biasa,” ujarnya, Selasa (1/9/2026) usai menyaksikan laga fibal di lapang Mashud Wisnusaputra.

Fanatisme tersebut terlihat dari besarnya rombongan masyarakat Luragung yang datang langsung ke stadion. Deni menyebut sedikitnya terdapat 10 bus yang diberangkatkan untuk mengantarkan suporter menyaksikan laga final.

“Walaupun sekarang kita dibatasi dengan kendaraan, antusias penonton tidak menyurutkan anak-anak Luragung untuk bisa menyaksikan dan akhirnya juara lagi,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Luragung mempertahankan gelar juga tidak datang secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan pemain yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pembinaan kita rutin. Jadi dari segi usia, alhamdulillah kita dari SSB selalu ada,” ujarnya.

Selain mengandalkan pembinaan melalui sekolah sepak bola (SSB), Luragung juga memiliki kompetisi lokal melalui Porgal Cup. Turnamen tersebut, kata dia, menjadi salah satu wadah bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjaga regenerasi sepak bola di wilayah Luragung.

Deni menegaskan, keberadaan kompetisi dan pembinaan berjenjang menjadi modal penting untuk mempertahankan prestasi Luragung di masa mendatang.

Tak hanya pembinaan, motivasi pemain juga terus dijaga. Deni mengungkapkan, bonus diberikan kepada pemain dalam setiap pertandingan. Setelah berhasil mengamankan gelar juara Bupati Cup 2026, bonus khusus pun telah disiapkan.

“Ada, tiap pertandingan kita ada bonus dan hari ini ada bonus khusus,” katanya.