Hanya saja, tantangan besar yang harus segera dibenahi meliputi beberapa hal antara lain; Pertama, ketimpangan akses perangkat/internet. Siswa belum sepenuhnya mendapatkan jaringan dan internet yang stabil, terutama di daerah 3T. Kedua, terjadi distraksi dan kualitas informasi media sosial akibat games daring. Siswa tidak bisa fokus pada inti pembelajaran karena lebih tertarik pada permainan digital. Ketiga, kesiapan para guru dalam menggunakan TIK, danKeempat, etika digital. Isu bullying masih banyak terjadi dan keamanan data masih rawan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, beberapa langkah yang bisa diakukan, yaitu: mmulai meningkatkan literasi digital untuk para guru secara menyeluruh atau pun untuk siswa supaya melek teknologi serta menjaga etika digital. Pelatihan praktis berkelanjutan bagi guru tentang pedagogi digital. Inovasi kurikulum supaya lebih fokus pada keterampilan relevan dunia kerja, dan memastikan fasilitas dan akses internet. Pada tahap ini pemerintah harus memastikan insprastruktur digital sudah merata.
Dukungan maksimal terhadap pendidikan digital akan memberikan askes tanpa batas terhadap sumber daya global terutama di deaerah 3T. Transformasi pendidikan ini sangat memungkinkan semua anak bangsa mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata. []
Penulis: Moch. Yusup Y.P, M.Pd., Pendidik
