KUNINGAN — Gedung Sanggariang Kuningan, belum lama ini dipenuhi oleh wangi bunga dan kebaya warna-warni. Di balik kemeriahan Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 tersebut, terselip pesan reflektif yang cukup dalam. Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, menyebut momentum ini bukan sebatas rutinitas kalender, melainkan sebuah “hari pulang ke hati”.
Namun, ruh dari peringatan kali ini justru terpancar dari gerak laku para perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan. Di bawah nakhoda Hj. Rini Sujiyanti, peringatan Hari Ibu tahun ini digiring keluar dari zona nyaman seremonial menuju aksi nyata di masyarakat.
Sebagai Ketua GOW Kuningan, Rini Sujiyanti tampak ingin membuktikan bahwa organisasi perempuan bukan hanya pelengkap protokoler. Dalam pidatonya, Rini menegaskan bahwa tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” adalah sebuah kontrak sosial bagi anggota GOW untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Perempuan yang tergabung di GOW adalah perempuan mandiri dan tangguh. Mereka bekerja dengan keikhlasan, hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa,” ujar Rini dengan nada mantap.
Di bawah kepemimpinannya, GOW Kuningan yang menaungi puluhan organisasi wanita telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah. Rini mendorong para anggotanya agar tidak hanya piawai dalam urusan domestik, tetapi juga adaptif terhadap laju teknologi. Literasi digital, menurutnya, adalah kunci agar perempuan Kuningan tidak tertinggal dalam persaingan global yang kian cepat.
