KUNINGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah libur sekolah mendapat kritik orang tua siswa. Sajian menu yang dibagikan dinilai tidak memenuhi gizi.
Hal itu terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Cipari 2. Sajian menu untuk 4 hari ke depan menyediakan 2 buah Roti, satu wafer nabati, Snack potato 3 buah, jeruk 4 buah, dan 1 botol susu serta 3 butir telur.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Atang, menyebut sajian tersebut tidak layak untuk dijadikan menu program MBG. Bahkan, menu-menu tersebut tidak biasa disediakan di rumahnya, apalagi sebagai menu andalan pemenuhan gizi sang anak.
”Sajian itu tidak layak untuk dijadikan program MBG, karena makanan itu diduga banyak yang menggunakan bahan pengawet, dan makanan itu biasa saya larang kepada anak saya,” ujarnya, Jum’at, (26/12/2025).
Menurutnya, sajian MBG itu tersedia di berbagai warung. Dengan menu yang harga relatif murah dan mudah ditemukan di pasaran, menu tersebut dinilai tidak sebanding dengan tujuan utama program MBG yang seharusnya memenuhi standar gizi seimbang bagi anak-anak.
”Kalau menunya seperti ini, tidak perlu difasilitasi oleh MBG, karena bisa jajan di warung. Saya sebagai orang tua penerima manfaat bukan menutup program melainkan ingin pindah ke SPPG lain yang lebih layak menyajikan menu yang bergizi,” tegasnya.
Ia meminta kepada Satgas Program MBG agar lebih ketat memantau serta mengawasi program MBG di Kuningan, terutama dalam aspek penyajian menu yang memang betul-betul keseimbangan gizinya terjaga.
”Saya meminta kepada Ketua Satgas MBG, agar penerima manfaat yang ada di SDN Cipari, dipindahkan ke SPPG yang lain” pungkasnya. (Icu)
