Di dalam ruang demokrasi, hak untuk mengkritik adalah hal yang fundamental. Namun akan sangat disayangkan jika ruang kritik itu justru dipenuhi dengan spekulasi, narasi insinuatif, dan sinisme yang tidak produktif. Kepercayaan publik bisa hancur bukan karena prosesnya rusak, tetapi karena opini-opini yang terburu-buru membentuk kesimpulan tanpa dasar.
Jika kritik ingin membawa kebaikan, maka ia harus disampaikan dengan kejujuran intelektual, bukan sekadar menjadi saluran kekecewaan atau ambisi yang tak tersampaikan.
Prosedur Bukan Formalitas, tapi Pilar Akuntabilitas
Tata kelola pemerintahan yang baik tidak dibangun dalam semalam. Ia memerlukan sistem, prosedur, transparansi, dan partisipasi. Menunda demi kehati-hatian adalah bagian dari etika birokrasi. Tapi menuduh tanpa data adalah bentuk kemunduran berpikir.
Meritokrasi bukan jaminan hasil yang sempurna, tetapi ia adalah jalan terbaik yang kita miliki hari ini untuk memastikan bahwa jabatan publik tidak menjadi hak istimewa, tetapi amanah yang diberikan kepada yang layak.
Meritokrasi adalah kepentingan — kepentingan bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak pada kualitas. []
Penulis: Ridwan, Pemuda Kuningan
