Sesi ngabuburit makin lengkap dengan diskusi santai soal pelestarian batik di era modern. Diskusi menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dengan pendekatan inovatif agar tetap relevan bagi generasi muda.
Tak hanya digelar offline, acara ini juga disiarkan live di media sosial @sangkanika_edugarden dan @sangkanika_kebunnagakuning. Respons warganet cukup tinggi, dengan interaksi aktif di kolom komentar TikTok dan Instagram selama siaran berlangsung.
Menurut pengelola Sangkanika, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Sangkanika sebagai edugarden holistik yang tidak hanya fokus pada agrowisata buah naga kuning, tetapi juga penguatan nilai-nilai seni dan budaya lokal.
“Kami ingin Sangkanika jadi ruang belajar yang menyenangkan, tidak hanya soal pertanian tetapi juga seni tradisional seperti batik,” ujar perwakilan pengelola.
Sangkanika berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin untuk memperluas jangkauan edukasi dan pelestarian budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda. (ali)
