CIREBON — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon serta Pemerintah Kota Cirebon dalam upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Sinergi lintas lembaga ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah dinamika perekonomian nasional.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Satu Visi Mall UKM Coffee Fest 2026 yang digelar di Mall UMKM Kota Cirebon. Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk mendorong percepatan pengembangan petani dan pelaku UMKM kopi agar mampu tumbuh berkelanjutan, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta terhubung dengan pembiayaan formal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Talkshow Literasi Keuangan yang diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan pelajar. Talkshow menghadirkan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis, serta perwakilan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
Dalam forum tersebut, para narasumber menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi utama pengembangan usaha. Pemahaman keuangan dinilai menjadi faktor kunci agar UMKM mampu mengelola usaha secara profesional, memperluas skala bisnis, serta menghindari praktik keuangan ilegal.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan sektor jasa keuangan. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor merupakan prasyarat penting agar UMKM lokal dapat tumbuh lebih kuat.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas UMKM di Kota Cirebon,” ujar Iing, Selasa (20/1/2026).
Ia menilai, dukungan kebijakan pemerintah daerah perlu berjalan seiring dengan peran otoritas keuangan dan lembaga perbankan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan bersaing.
